Download Askep Rematik Pada Lansia PDF

TitleAskep Rematik Pada Lansia
File Size382.8 KB
Total Pages19
Document Text Contents
Page 1

ASKEP REMATIK PA ASKEP REMATIK PADA LANSIADA LANSIA
BAB 1BAB 1

PENDAHULUANPENDAHULUAN
1.11.1 Latar BelakangLatar Belakang

Setiap kondisi yang disertai nyeri dan kaku pada muskulosketal sering dinamakanSetiap kondisi yang disertai nyeri dan kaku pada muskulosketal sering dinamakan

rematik. Kondisi ini banyak terjadi pada lansia. Namun pada umumnya masyarakat belumrematik. Kondisi ini banyak terjadi pada lansia. Namun pada umumnya masyarakat belum

mengerti tentang pengertian, tanda gejala, penyebab serta penanganan rematik. Maka sudahmengerti tentang pengertian, tanda gejala, penyebab serta penanganan rematik. Maka sudah

menjadi tugas kita untuk memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat.menjadi tugas kita untuk memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat.

Satuan acara pembelajaran ini disusun sebagai pedoman dalam memberikanSatuan acara pembelajaran ini disusun sebagai pedoman dalam memberikan

 pendidikan kesehatan sehingga hasilnya ias seperti yang kita harapkan. pendidikan kesehatan sehingga hasilnya ias seperti yang kita harapkan.

1.21.2 TujuanTujuan

1.1. Tujuan Intruksional UmumTujuan Intruksional Umum

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan diharapkan pasien lansia dapat mengenal danSetelah dilakukan pendidikan kesehatan diharapkan pasien lansia dapat mengenal dan

mengetahui tentang rematik mengetahui tentang rematik 

2.2. Tujuan Intruksional KhususTujuan Intruksional Khusus

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 kali pertemuan di harapkan pasien lansiaSetelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 kali pertemuan di harapkan pasien lansia

dapat :dapat :

Menjelaskan tentang pengertian rematik Menjelaskan tentang pengertian rematik 

Menjelaskan tanda dan gejala rematik Menjelaskan tanda dan gejala rematik 

Mengetahui penyebab rematik dan proses terjadinya rematik Mengetahui penyebab rematik dan proses terjadinya rematik 

Menjelaskan tentang pencegahan rematik Menjelaskan tentang pencegahan rematik 

Menjelaskan perawatan dan pengobatan rematik Menjelaskan perawatan dan pengobatan rematik 

BAB 2BAB 2

KONSEP DASAR TEORIKONSEP DASAR TEORI

2.12.1 KONSEP DASAR LANSIAKONSEP DASAR LANSIA

2.1.12.1.1 Pengertian LansiaPengertian Lansia

Page 10

2.2.72.2.7 Pemeriksaan penunjangPemeriksaan penunjang

1.1. Sinar X dari sendi yang sakit : menunjukkan pembengkakan pada jaringan lunak, erosi sendi,Sinar X dari sendi yang sakit : menunjukkan pembengkakan pada jaringan lunak, erosi sendi,

dan osteoporosis dari tulang yang berdekatan ( perubahan awal ) berkembang menjadidan osteoporosis dari tulang yang berdekatan ( perubahan awal ) berkembang menjadi

formasi kista tulang, memperkecil jarak sendi dan subluksasio. Perubahan osteoartristik yangformasi kista tulang, memperkecil jarak sendi dan subluksasio. Perubahan osteoartristik yang

terjadi secara bersamaan.terjadi secara bersamaan.

2.2. Scan radionuklida :mengidentifikasi peradangan sinoviumScan radionuklida :mengidentifikasi peradangan sinovium

3.3. Artroskopi Langsung : Visualisasi dari area yang menunjukkan irregularitas/ degenerasiArtroskopi Langsung : Visualisasi dari area yang menunjukkan irregularitas/ degenerasi

tulang pada senditulang pada sendi

4.4. Aspirasi cairan sinovial : mungkin menunjukkan volume yang lebih besar dari normal:Aspirasi cairan sinovial : mungkin menunjukkan volume yang lebih besar dari normal:

 buram,  buram, berkabut, berkabut, munculnya munculnya warna warna kuning kuning (respon (respon inflamasi, inflamasi, produk-produk produk-produk pembuanganpembuangan

degeneratif ); elevasi SDP dan lekosit, penurunan viskositas dan komplemen (C3 dan C4).degeneratif ); elevasi SDP dan lekosit, penurunan viskositas dan komplemen (C3 dan C4).

5.5. Biopsi membran sinovial : menunjukkan perubahan inflamasi dan Biopsi membran sinovial : menunjukkan perubahan inflamasi dan perkembangan panas.perkembangan panas.

6.6. Pemeriksaan cairan sendi melalui biopsi, FNA (Pemeriksaan cairan sendi melalui biopsi, FNA ( Fine  Fine Needle Needle AspirationAspiration) atau atroskopi;) atau atroskopi;

cairan sendi terlihat keruh karena mengandung banyak leukosit dan kurang kental dibandingcairan sendi terlihat keruh karena mengandung banyak leukosit dan kurang kental dibanding

cairan sendi yang normal.cairan sendi yang normal.

Similer Documents