Download Asuhan Keperawatan Hemotoraks Fenny PDF

TitleAsuhan Keperawatan Hemotoraks Fenny
File Size208.0 KB
Total Pages10
Document Text Contents
Page 2

http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&sl=en&u=http://emedicine.medscape.com/article/984105-overview&prev=/search%3Fq%3Dhematothorax%26hl%3Did&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhgpZ7hAswN8rzryrO3wiEtsib_ebA
http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&sl=en&u=http://emedicine.medscape.com/article/1001488-overview&prev=/search%3Fq%3Dhematothorax%26hl%3Did&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhh188yAUbeR2Kujfo29yCrAVPvTWw

Page 3

http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Lungs&prev=/search%3Fq%3Dhemothorax%2Bwikipedia%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26hs%3D5Ua%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhjUJIWH_eWlXavrWEzuuknQgtEf1w

Page 4

Selain dari pemeriksaan fisik hemotoraks dapat ditegakkan dengan rontgen toraks akan

didapatkan gambaran sudut costophrenicus menghilang, bahkan pada hemotoraks masif akan

didapatkan gambaran pulmo hilang.



5. PENANGANAN

Tujuan pengobatan adalah untuk menstabilkan pasien, menghentikan pendarahan, dan

menghilangkan darah dan udara dalam rongga pleura. Penanganan pada hemotoraks adalah

1. Resusitasi cairan. Terapi awal hemotoraks adalah dengan penggantian volume darah yang

dilakukan bersamaan dengan dekompresi rongga pleura. Dimulai dengan infus cairan kristaloid

secara cepat dengan jarum besar dan kemudian pemnberian darah dengan golongan spesifik

secepatnya. Darah dari rongga pleura dapat dikumpulkan dalam penampungan yang cocok untuk

autotranfusi bersamaan dengan pemberian infus dipasang pula chest tube ( WSD ).

2. Pemasangan chest tube ( WSD ) ukuran besar agar darah pada toraks tersebut dapat cepat keluar

sehingga tidak membeku didalam pleura. Hemotoraks akut yang cukup banyak sehingga terlihat

pada foto toraks sebaiknya di terapi dengan chest tube kaliber besar. Chest tube tersebut akan

mengeluarkan darah dari rongga pleura mengurangi resiko terbentuknya bekuan darah di dalam

rongga pleura, dan dapat dipakai dalam memonitor kehilangan darah selanjutnya. Evakuasi darah

/ cairan juga memungkinkan dilakukannya penilaian terhadap kemungkinan terjadinya ruptur

diafragma traumatik. WSD adalah suatu sistem drainase yang menggunakan air. Fungsi WSD

sendiri adalah untuk mempertahankan tekanan negatif intrapleural / cavum pleura.

Macam WSD adalah :

WSD aktif : continous suction, gelembung berasal dari udara sistem.

WSD pasif : gelembung udara berasal dari cavum toraks pasien.

Pemasangan WSD :

Setinggi SIC 5 – 6 sejajar dengan linea axillaris anterior pada sisi yang sakit .

1. Persiapkan kulit dengan antiseptik

2. Lakukan infiltratif kulit, otot dan pleura dengan lidokain 1 % diruang sela iga yang sesuai,

biasanya di sela iga ke 5 atau ke 6 pada garis mid axillaris.

3. Perhatikan bahwa ujung jarum harus mencapai rongga pleura

4. Hisap cairan dari rongga dada untuk memastikan diagnosis

Page 5

5. Buat incisi kecil dengan arah transversal tepat diatas iga, untuk menghindari melukai pembuluh

darah di bagian bawah iga

6. Dengan menggunan forceps arteri bengkok panjang, lakukan penetrasi pleura dan perlebar

lubangnya

7. Gunakan forceps yang sama untuk menjepit ujung selang dan dimasukkan ke dalam kulit

8. Tutup kulit luka dengan jahitan terputus, dan selang tersebut di fiksasi dengan satu jahitan.

9. Tinggalkan 1 jahitan tambahan berdekatan dengan selang tersebut tanpa dijahit, yang berguna

untuk menutup luka setelah selang dicabut nanti. Tutup dengan selembar kasa hubungkan selang

tersebut dengan sistem drainage tertutup air

10. Tandai tinggi awal cairan dalam botol drainage.

3. Thoracotomy

Torakotomi dilakukan bila dalam keadaan
`
:

1. Jika pada awal hematotoraks sudah keluar 1500ml, kemungkinan besar penderita tersebut

membutuhkan torakotomi segera.

2. Pada beberapa penderita pada awalnya darah yang keluar < 1500ml, tetapi perdarahan tetap

berlangsung terus.

3. Bila didapatkan kehilangan darah terus menerus sebanyak 200cc / jam dalam waktu 2 – 4 jam.

4. Luka tembus toraks di daerah anterior, medial dari garis puting susu atau luka di daerah

posterior, medial dari scapula harus dipertimbangkan kemungkinan diperlukannya torakotomi,

oleh karena kemungkinan melukai pembuluh darah besar, struktur hilus atau jantung yang

potensial menjadi tamponade jantung.

Tranfusi darah diperlukan selam aada indikasi untuk torakotomi. Selama penderita dilakukan

resusitasi, volume darah awal yang dikeluarkan dengan chest tube dan kehilangan darah

selanjutnya harus ditambahkan ke dalam cairan pengganti yang akan diberikan. Warna darah (

artery / vena ) bukan merupakan indikator yang baik untuk di pakai sebagai dasar dilakukannya

torakotomi.

Torakotomi sayatan yang dapat dilakukan di samping, di bawah lengan (aksilaris torakotomi); di

bagian depan, melalui dada (rata-rata sternotomy); miring dari belakang ke samping

(posterolateral torakotomi); atau di bawah payudara (anterolateral torakotomi) . Dalam beberapa

kasus, dokter dapat membuat sayatan antara tulang rusuk (interkostal disebut pendekatan) untuk

Page 6

http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&sl=en&u=http://www.umm.edu/ency/article/000039.htm&prev=/search%3Fq%3Dhemothorax%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26hs%3DPjc%26sa%3DN%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhimm_-wEVW_vPrdAXHIb2W8EGEEcg

Page 7

kiri dan terasa sulit digerakkan. Setelah kecelakaan pasien langsung dibawa keRSI Mataram. Di

RSI pasien di pasang rangsel verband. Pasien merasa sesak dan kesakitan di dada sebelah kiri

sehingga pasien dirujuk ke RSU mataram.

3. Riwayat Penyakit Dahulu

Asma : Disangkal

Hipertensi : Disangkal

Jantung : Disangkal

DM : Disangkal

4. Riwayat Penyakit Keluarga

Asma : Disangkal

Hipertensi : Disangkal

Jantung : Disangkal

DM : Disangkal



I.2. PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Tampak lemah

Kesadaran : Compos Mentis

Vital Sign : TD : 100/70 mmhg S : 37
0
C

N : 80 X / mnt P : 24 X / mnt

Kulit : Dbn

Kepala : mesosephal

Mata :Conjunctiva anemis ( - ), sclera tidak ikterik

Telinga : Secret ( - )

Hidung : Secret ( - )

Thorax
Pulmo : Inspeksi : Retraksi ( - ), ketinggalan gerak ( + )

Palpasi : Krepitasi ( + ), ketinggalan gerak ( + )

Perkusi : Redup pada bagian basal paru kiri

Auskultasi : Vesikuler, ronkhi ( + ), Wheezing (-/-)

Jantung : Inspeksi : Ictus Cordis tak tampak

Palpasi : Ictus Cordis teraba di SIC IV

Perkusi : Redup

Auskultasi : Regular, bising ( - )

Abdomen : Inspeksi : Perut sejajar dada.

Palpasi : Hepar / lien tidak teraba, NT ( - )

Perkusi : Pekak alih ( - )

Auskultasi : Peristaltik baik

Ekstremitas : Akral hangat, Nadi kuat.



I.3. DIAGNOSIS SEMENTARA

Bp.IW, 50 th, fraktur costa



I.4. HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG

 Laboratorium :

Page 8

Darah Rutin : WBC : 11,34

HGB : 13,9

PLT : 229

Kimia Darah : GDS : 119,1

GD puasa : 104,2

Ureum : 52,6

Creatinin : 0,91

SGOT : 40,0

SGPT : 26,3

 Pemeriksaan Radiologi

Fraktur Clavicula sinistra

Fraktur scapula sinistra

Fraktur costa 2,3,4,5,6 sinistra

Hematothorax sinistra



I.5. DIAGNOSIS

Bp. IW, 50th dengan hematothorax ec fraktur clavicula sinistra, fr. Scapula sinistra, fr costa

2,3,4,5,6 sinistra.



I.6. PENANGANAN

Infus RL 20 tpm

Lapicef 3x1

Lapixim 3x1

Bonesco 3x1

Fetanin

















BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pasien Bp. I W, 50 thn, pasien korban kecelakaan sepeda motor, dengan keluhan nyeri tangan

kiri dan nyeri dada sebelah kiri, pada pemeriksaan fsik didapatkan terlihat adanya ketinggalan

gerak dan pada palpasi terdapat tanda krepitasi pada clavicula dan costa, dan juga didapatkan

redup pada perkusi bagian basal paru kiri. Pada pemeriksaan penun jang dengan foto rontgen

Page 9

http://www.healthscout.com/ency/1/000126.html
http://emedicine.medscape.com/article/1002107-overview
http://www.umm.edu/ency/article/000126.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Hemothorax
http://www.umm.edu/ency/article/000126.htm

Similer Documents