Download BAB 3 Dan 4 Etika Bisnis Velasquez PDF

TitleBAB 3 Dan 4 Etika Bisnis Velasquez
File Size377.8 KB
Total Pages8
Document Text Contents
Page 2

John   Locke   (1632­1704),   seorang   filsuf   politik   Inggris,   dianggap   sebagai   pengembang

gagasan bahwa manusia memilki “hak alami” atas kebebasan dan “hak alami” atas properti

pribadi. Menurut Locke, hukum alam “mengajarkan” setiap manusia bahwa dia memiliki hak

atas kebebasan. Meskipun Locke tidak secara eksplisit menggunakan teori hak alami untuk

mendukung sistem pasar bebas, namun sejumlah penulis abad ke­20 menggunakan teorinya

untuk tujuan tersebut. Pandangan Lokce tentang hak atas properti pribadi memiliki pengaruh

signifikan pada institusi Amerika atas properti.

Kritik atas Hak Locke

Para kritikus tentang pasar bebas memfokuskan argumen mereka pada 4 kelemahan utama

pandangan Locke: 

1.      Pertama, Locke mengatakan dalam pandangannya bahwa, seseorang memiliki hak property atas kepemilikan

propeti ketika orang tersebut mempunyai dan memadukan usahanya dengan obyek property yang tak berpemilik

maka obyek tersebut menjadi hak kepemilikannya. Dalam suatu analogi yang dapat digambarkan adalah apabila

saya menemukan kayu dan memahatnya sehingga menjadi patung maka patung itu adalah  property yang saya

miliki. Tapi para kritikus menentangnya dengan analogi sebagai berikut, apabila saya mempunyai segelas air

dan melemparkannya ke laut, apakah laut tersebut menjadi milik saya?

2.      Kedua, meskipun manusia mempunyai hak alami dan kebebasan akan kepemilikan property tapi hal ini tidak

berarti hak­hak tersebut lebih diprioritaskan dari  hak­hak yang lain. Kita sepakat bahwa hak alami dan hak

prioritas  adalah hak negative yang mungkin akan sering bertentangan dengan hak positif orang lain. Dalam hal

ini  kita  ambil  contoh hak positif  orang lain berkaitan dengan memperoleh makanan,  perawatan,  kesehatan,

perumahan atau udara bersih.

3.       Ketiga, pandangan Locke mengisyaratkan sesuatu hal dimana pasar bebas menciptakan suatu perbedaan hak

yang tidak adil dalam persaingan pasar bebas usaha seseorang porposional terhadap modal yang dimilki dan

property yang dimilkinya.  Semakin besar  modal  dan  property  semakin maju seseorang dalam menjalankan

bisnisnya,   tetapi   lain  halnya  bagi  pihak  yang memiliki  modal  dan  property  yang  terbatas.  Apabila  hal   ini

berlanjut tanpa adanya intervensi pemerintah untuk meratakan dan membuat regulasi yang mengaturnya, maka

kesenjangan sosial akan menjadi sangat tajam.

4.       Keempat,  para kritikus menilai  pandangan Locke  ini  menggambarkan adanya nilai   invidulis karena setiap

manusia hanya mementingkan kepentingannya sendiri dan bebas dalam menentukan hak alami mereka sehingga

Page 3

secra terpisah dari komunitas. Persepsi ini menurut para kritikus salah total, karena tiap manusia lahir pada

kondisi sosialis dan saling ketergantungan pada sesama.

3.2 Utilitas Pasar Bebas: Adam Smith

Adam   Smith   (1723­1790),   sang   “bapak   ekonomi   modern”   adalah   pencetus   argumen

utilitarian pasar bebas. Menurut Smith, saat individu dibiarkan bebas mencari kepentingannya

sendiri  di  pasar  bebas,  mereka  akan  diarahkan menuju  kesejahteraan  publik  oleh   sebuah

“tangan tak terlihat”. Smith juga mengatakan bahwa sistem pasar kompetitif mengalokasikan

sumber daya secara efisien di antara berbagai industri dalam sebuah masyarakat. Adam Smith

mengasumsikan   bahwa   suatu  masyarakat   yang   memiliki   sistem  pasar   bebas  berarti   juga

memiliki sistem properti pribadi.

Kritik terhadap Adam Smith

1.      Pertama mereka beranggapan bahwa pendapat Smith ini tidak realistis. Karena para kritikus menganggap teori

yang dijabarkan oleh Smith hanya berlaku  pada zaman Smith yang menggambarkan bahwa para produsen

sangat banyak dan kecil. Jadi teori  Smith hanya terjadi ketika para produsen tidak mampu membuat harga.

Pertanyaan   yang   paling   besar,   bagaimana   dengan   era   seperti   sekarang   ini,   dimana   para   produsen   mampu

memonopoli   harga  barang   karena   produsen   sekarang  memilki  kemampuan   modal   raksasa   sehingga  proses

pricing  mampu   terjadi  dengan  penentuan  keuntungan  yang  setinggi­tingginya  dengan  biaya  produksi  yang

rendah tanpa melihat para pesaing secara signifikan.

2.       Kedua  adalah masalah penggantian sumber daya produksi. Para produsen akan memaksimalkan keuntungan

dengan   meminimalkan   biaya   yang   timbul   dari   proses   produksi.   Tapi   untuk   sumber   daya   yang   tidak

menimbulkan dampak secara langsung kurang mendapatkan perhitungan yang matang dari Smith. Contohnya

dalah polusi  yang dihasilkan,  dalam penentuan harga akan berdampak  terabaikannya penanganan mengenai

polusi.

3.       Ketiga,  Smith  menggambarkan  bahwa  manusia   secara   alami  hanya   termotivasi   akan  keuntungan.  Hal   ini

menurut para kritikus adalah salah. Karena manusia sebagai makhluq sosial cenderung untuk menunjukan sikap

perhatian terhadap kebaikan orang lain dan membatasi kepentingannya untuk hak­hak orang lain. Menurut para

kritikus yang menyebabkan manusia beorientasi pada keuntungan ekonomis adalah suatu sistem  yang terdapat

dalam pasar kompetitif bukan dari keinginan alami individu.

Similer Documents