Download Budidaya Guppy PDF

TitleBudidaya Guppy
File Size294.6 KB
Total Pages12
Document Text Contents
Page 6

6

BAB III

METODOLOGI

3.1. Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pembenihan yaitu 2 buah

akuarium, blower, air, substrat, methylen blue, sepasang induk ikan guppy, pakan

hidup (daphnia, jentik nyamuk, dan cacing sutra), serta pellet tambahan.

3.2. Pemijahan

Adapun cara kerja yang dilakukan adalah:

1. Persiapan media (akuarium) dengan cara membersihkan akuarium dan

pemberian methylen blue untuk mensterilkan dari penyakit.

2. Pengisian akuarium dengan air sesuai dengan kebutuhan (kedalaman 30-

45 cm) dengan pH 6-7 dan suhu 24-28
o
C serta substrat untuk 

menempelkan telur.

Gambar 3. Substrat Guppy

3. Pemilihan induk ikan guppy yang siap memijah. Cara membedakan induk 

 jantan dan betina dengan melihat bentuk tubuh dan warnanya. Induk jantan

berwarna tajam, tubuhnya ramping, memiliki sirip panjang dan lebar jika

dipencet perut kearah genital akan mengeluarkan cairan sperma sedangkan

induk betina tubuhnya pendek dan gemuk serta warna tubuhnya buram.

Page 7

7

Gambar 4. Induk Guppy Jantan Gambar 5. Induk Guppy Betina

4. Memasukkan induk ikan guppy yang telah dipilih ke dalam akuarium

masing-masing sepasang induk ikan guppy atau bisa juga dengan

perbandingan jantan betina 1:2.

5. Perlakuan terhadap kondisi media (sipon, pemberian pakan) dilakukan

setiap pagi dan sore hari.

6. Pemeliharaan ikan guppy dilakukan selama 2-3 minggu hingga

menghasilkan anak. Biasanya anak guppy lahir pada hari ke empat.

3.3. Pemeliharaan Larva

Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih

mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 - 5 hari anak ikan baru dapat

diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah

direbus dan dihancurkan. Setelah mencapai ukuran medium (2 - 3 cm) dapat

diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 - 7 cm)

dapat diberi makanan jentik nyamuk. Disamping makanan alami dapat pula diberi

makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll. Pemberian makanan

sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena dapat menyebabkan

pembusukan yang dapat merusak kualitas air.

Gambar 6. Larva Ikan Guppy

Page 11

11

BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Ikan guppy merupakan ikan yang paling populer di dunia. Dengan bentuk 

yang mungil namun dengan sirip ekor yang lebar menjadikan ikan ini sebagai ikan

hias dalam akuarium dan juga ikan ini lebih mudah pemeliharaan dan juga lebih

tahan hidup.

Pemijahan guppy sangat mudah diterapkan, hanya perlu menyiapkan

sepasang guppy matang gonad, substrat dan akuarium. Setelah hari ke empat

biasanya anak guppy akan lahir. Pemeliharaan larva guppy juga mudah dilakukan,

hanya saja perlu diingat untuk selalu memperhatikan kualitas air dan kebutuhan

pakan guppy.

Masalah yang dihadapi pada ikan ini biasanya adalah penyakit yang sering

datang seiring dengan kualitas air pada akuarium. Cara penanggulan penyakit

tersebut telah dipaparkan diatas dan juga tetap menjaga kualitas air dalam kondisi

yang prima, sehingga ikan tetap sehat dan tidak terserang penyakit.

4.2. Saran

Adapun saran yang dapat diberikan yaitu sebaiknya dalam proses pembenihan

guppy lebih memperhatikan apa yang menjadi tanggung jawab, misalnya memberi

makan dua kali sehari dan memperhatikan kondisi air akuarium sehingga tidak 

banyak larva ikan yang mati dalam pembenihan ikan ini.

Similer Documents