Download Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap 2.docx PDF

TitleEfisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap 2.docx
File Size748.4 KB
Total Pages23
Document Text Contents
Page 1

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga UapEfisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page Page 11

“Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap”“Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap”

Kelompok IIIKelompok III

Yang disusun oleh :Yang disusun oleh :

1.1. Nurdiana Nurdiana Sobari Sobari : : 4131532004131532002121

2.2. Roy Roy Ama Ama Ratu Ratu : : 4131532002441315320024

3.3. Ali Ali Raharjo Raharjo : : 4131532004131532002525

4.4. Faizal Faizal Kurniawan Kurniawan : : 4131532004131532002626

5.5. Puji Puji Hari Hari Setio Setio : : 4131532004131532002828

6.6. Primana Primana Alim Alim Musa Musa : : 4131532002941315320029

Teknik MesinTeknik Mesin

Universitas Mercu BuanaUniversitas Mercu Buana

Kampus D Kranggan BekasiKampus D Kranggan Bekasi

Page 11

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 11

Steam Turbin

Umumnya PLTU menggunakan turbin uap tipe multistage, yakni turbin uap yang

terdiri atas lebih dari 1 stage turbin (Turbin High Pressure, Intermediate Pressure, dan Low

Pressure). Uap air superheater yang dihasilkan oleh boiler masuk ke turbin High Pressure

(HP), dan keluar pada sisi exhaust menuju ke boiler lagi untuk proses reheater. Uap air yang

dipanaskan kembali ini dimasukkan kembali ke turbin uap sisi Intermediate Pressure (IP),

dan uap yang keluar dari turbin IP akan langsung masuk ke Turbin Low Pressure (LP).

Selanjutnya uap air yang keluar dari turbin LP masuk ke dalam kondenser untuk mengalami

 proses kondensasi.

Berikut adalah beberapa bagian-bagian penting dari turbin uap :

1. Shaft Seals

Shaft seals adalah bagian dari turbin antara poros dengan casing yang berfungsi untuk

mencegah uap air keluar dari dalam turbin melewati sela-sela antara poros dengan casing

akibat perbedaan tekanan dan juga untuk mencegah udara masuk ke dalam turbin (terutama

turbin LP karena tekanan uap air yang lebih vakum) selama turbin uap beroperasi. Turbin uap

menggunakan sistem labyrinth seal untuk shaft seals. Sistem ini berupa bagian yang

 berkelak-kelok pada poros dan casing-nya yang kedua sisinya saling bertemu secara

 berselang-seling. Antara labyrinth poros dengan labyrinth casing ada sedikit rongga dengan

Page 22

Efisiensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap Page 22

Kerja keluar = (h3 –  h4) + (h5 –  h6)

Kerja masuk = h1 –  h7

ekspansi 3 -4 biasanya dikerjakan pada turbin tekanan tinggi, sedangkan ekspansi 5-6

dilakukan pada turbin tekanan rendah. Suhu superheater dan reheater yang umum dilakukan

sampai 1000°F.

Setelah dilakukan perhitungan berdasarkan kondisi di lapangan maka diperoleh

efisiensi konversi energi di turbin sebesar 74 %. Dengan menggunakan entalpy steam yang

masuk ke boiler (h3) dan membandingkan dengan keadaan adiabatis sistem berdasarkan

siklus Rankine, diperoleh efisiensi sebesar 76% . Sedangkan efisiensi pemanfaatan energi di

turbin hanya 30 %, artinya hanya 30% energi panas  steam yang digunakan untuk

memproduksi listrik, selebihnya  steam terkondensasi kembali menjadi air. Dimana sebesar

7.84% atau 1 MW merupakan daya yang hilang setelah overhaul dan 13.72% merupakan

energi lain yang hilang karena penyesuaian beban dengan PLN, dan  seal bearing (balancing

box) serta dipengaruhi oleh umur ekonomis mesin.

Similer Documents