Download JURNAL LAJU REAKSI.pdf PDF

TitleJURNAL LAJU REAKSI.pdf
File Size549.0 KB
Total Pages8
Document Text Contents
Page 2

Jurnal Laju Reaksi, 2014. Chemistry Education’13 A



take place.

Keywords: rate of reaction, reactant, product, temperature, concentration, surface area, catalysts

I. INTRODUCTION

Bidang kimia yang mengkaji

kecepatan atau laju terjadinya reaksi kimia

dinamakan kinetika kimia (Chemical

kinetic). Kata kinetik menyiratkan gerakan

atau perubahan, energi kinetik didefinisikan

sebagai energi yang tersedia karena gerakan

suatu benda. Disini kinetika merujuk pada

laju reaksi (Reaction rate), yaitu perubahan

konsentrasi reaktan atau produk terhadap

waktu (M/s). Secara umum, setiap reaksi

dapat digambarkan dengan persamaan :

Reaktan Produk

Persamaan ini memberitahukan bahwa,

selama berlangsungnya suatu reaksi, molekul

reaktan bereaksi sedangkan molekul produk

terbentuk. Sebagai hasilnya, untuk

mengamati jalannya laju reaksi dengan cara

memantau menurunnya konsentrasi rektan

atau meningkatya konsentrasi produk.

Menurunnya jumlah molekul reaktan dan

meningkat jumlah molekul produk seiring

berjalannya wakru, secara umum akan lebih

mudah diamati apabila laju dinyatakan

dalam perubahan konsentrasi terhadap

waktu. Secara umum untuk reaksi

aA + bB cC + dD

persamaan laju reaksinya adalah r =









=

























(Chang,2005:30)

Kecepatan reaksi bergantung pada banyak

faktor, konsentrasi reaktan memerankan

peran penting dalam mempercepat atau

memperlambat reaksi tertentu. Banyak reaksi

yang sangat peka terhadap suhu, sehingga

pengendalian suhu sangat penting untuk

pengukuran kuantitatif dalam kinetika kimia,

bentuk fisik reaktan juga berperan penting

dalam laju yang diamati.(Oxtoby,2001:415)

Bukan hanya konsentrasi, suhu dan bentuk

fisik reaktan saja yang dapat mempengaruhi

kecepatan reaksi. Penambahan zat lain yang

disebut katalis juga ikut mempengaruhi

kecepatan reaksi. Katalis ialah zat yang

mengambil bagian dalam reaksi kimia dan

mempercepatnya, tetapi ia sendiri tidak

mengalami perubahan kimia yang permanen.

Jadi, katalis tidak muncul dalam persamaan

kimia balans. Secara keseluruhan, tapi

kehadirannya sangat mempengaruhi hukum

laju. Katalis menimbulkan efek yang nyata

pada laju reaksi, meskipun dengan jumlah

yang sangat sedikit. Dalam kimia industri,

Page 3

Jurnal Laju Reaksi, 2014. Chemistry Education’13 A



banyak upaya untuk menemukan katalis

yang akan mempercepat reaksi tertentu tanpa

meningkatkan timbulnya produk yang tidak

diinginkan. (Oxtoby,2005:439)

Laju reaksi menggambarkan seberapa cepat

reaktan terpakai dan produk terbentuk.

Seberapa cepat reaktan terpakai pada

umumnya dipengaruhi oleh beberapa macam

perlakuan pada sistem atau lingkungan.

Seperti halnya ketika suhu dinaikan maka

suhu energi kinetik partikel zat meningkat

sehingga memungkinkan semakin

banyaknya tumbukan efektif yang

menghasilkan perubahan akibatnya reaksi

berlangsung lebih cepat dari suhu semula.

Semakin banyak partikel zat, maka

tumbukan efektif yang menghasilkan

perubahan akan semakin cepat terjadi, hal ini

terjadi pada penambahan konsentrasi zat

yang dapat mempercepat reaksi. Selain suhu

dan konsentrasi luas permukaan zat atau

bentuk fisik dari zat juga ikut mempengaruhi

kecepatan reaksi zat. Semakin luas

permukaan suatu zat atau semakin halus

bentuk fisik dari suatu zat, semakin kecil

ukuran zat, reaksi berlangsung semakin cepat

karena hal tersbut.(Purwanti,2013)

Laju reaksi terukur, seringkali sebanding

dengan konsentrasi reaktan satu pangkat.

Contohnya mungkin saja laju itu sebanding

dengan konsentrasi dua reaktan A dan B,

sehingga :

r = k [A][B]

koefisien k disebut konstanta laju, yang tidak

bergantung pada konsentrasi (tetapi

bergantung pada temperatur). Persamaan

sejenis ini yang ditentukan secara

eksperimen disebut hukum laju

reaksi.(P.W.Atkins,1999:335)



II. MATERIAL AND METODE

Materials :

1. Pita magnesium 4 buah

2. Larutan HCl dengan konsentrasi 0,1M,

0,5M, 1M, 2M dan 3M 5 ml.

3. Larutan Na2S2O3 0,01 M

4. Larutan H2O2 0,1M sebanyak 5 ml

5. Larutan NaCl 0,1M 4 tetes

6. Larutan FeCl3 0,1M 4 tetes

7. CaCO3 sebanyak 1 gram, baik yang

berbentuk bongkahan ataupun serbuk.

Apparatus :

1. Tabung reaksi

2. Rak Tabung reaksi

3. Penjepit tabung reaksi

4. Spatula

5. Neraca O’Hauss

6. Kaca arloji

Page 4

Jurnal Laju Reaksi, 2014. Chemistry Education’13 A



7. Gelas ukur 25 ml

8. Gelas beaker 50 ml

9. Mortal dan alu

10. Pipet tetes

11. Stopwatch

12. Termometer

Experiment Prosedural

Pengamatan Pengaruh Konsentrasi

Pita magnesium yang telah disiapkan di

masukan kedalam 4 tabung reaksi yang

berbeda, berikan label 1, 2, 3, dan 4 untuk

memudahkan pengamatan. Masing-masing

tabung ditetesi dengan HCl yang memiliki

konsentrasi berbeda-beda tiap tabung. HCl

0,5M untuk tabung label 1, HCl 1M untuk

tabung label 2, HCl 2M untuk tabung label 3,

HCl 3M untuk tabung label 3. Amati saat

HCl mulai diteteskan kedalam tabung,

dengan menggunakan stop watch lakukan

pengambilan data dengan mencatat waktu

yang dibutuhkan pita magnesium sampai

habis bereaksi dengan HCl.

Pengaruh Suhu

Buat potongan kertas berbentuk segi empat

dan buat diagonal garis pada bagian tengah

kertas dengan spidol, letakan gelas beaker

diatas kertas yang telah diberi tanda

menyilang dengan spidol. Larutan Na2S2O3

yang telah disediakan dituangkan kedalam

gelas beaker, kemudian tuangkan HCl

kedalam gelas beaker yang telah terisi

larutan natrium tio sulfat. Saat larutan

natriumm tio sulfat ditetesi HCl, lakukan

pengamatan saat garis menyilang dibawah

gelas beaker tidak terlihat dari bagian atas

gelas beaker, gunakan stop watc untuk

mengamati seberapa cepat garis menyilang

tersebut mulai tidak terlihat. Lakukan

percobaan diatas sekali lagi, namun kedua

larutan dipanaskan terlebih dahulu, setelah

suhunya sama barulah kedua larutan

dicampurkan secara bersamaan. Lakukan

pengamatan dan prosedur yang sama dengan

percobaan sebelumnya.

Pengaruh Luas Permukaan

Sediakan 2 buah gelas beaker, satu gelas

beaker diisi dengan batu pualam berbentuk

bongkahan dan satu gelas diisi dengan batu

pualam berbentuk serbuk. Batu pualam telah

ditimbang massanya seberat 1 gram.

Kedalam gelas beaker yang masing-masing

telah diisi batu pualam teteskan HCl 0,1M.

Lakukan pengamatan dengan mencatat

waktunya menggunakan stop watch sampai

batu pualam habis bereaksi.

Pengaruh Katalis

Kedalam 3 buah tabung reaksi, teteskan

larutan Peroksida sebanyak 5 ml beri label

pada masing-masing tabung. Tabung 1

Page 5

Jurnal Laju Reaksi, 2014. Chemistry Education’13 A



dibiarkan tanpa perlakuan apapun, tabung 2

diteteskan larutan NaCl 0,1M sebanyak 4

tetes, dan tabung 3 diteteskan larutan FeCl3

sebanyak 4 tetes. Lakukan pengamatan

terhadap ada tidaknya gelembung yang

terbentuk dan seberapa banyak gelembung

yang dihasilkan dalam masing-masing

tabung reaksi.



III. RESULT AND DISCUSSION

Dari hasil percobaan berbagai pengaruh luar

terhadap proses berjalannya suatu reaksi,

didapatkan data-data sebagai berikut :

Pengaruh Konsentrasi

Pengamatan terhadap pengaruh penambahan

konsentrasi zat dalam suatu reaksi kimia dari

percobaan diatas dihasilkan persamaan

reaksi sebagai berikut :

Mg(s) + 2HCl(aq) MgCl2(aq) +

H2(g)

Semakin besar konsentrasi yang

ditambahkan, menunjukan bahwa waktu

yang dibutuhkan untuk bereaksi akan

semakin cepat. Seperti di tunjukan pada

gambar berikut :





Gambar 1.1 Hasil Pengamatan Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju

Reaksi

Dari gambar 1.1 dapat dijelaskan bahwa

dengan penambahan HCl dengan konsentrasi

yang berbeda-beda pada pita magnesium

menunjukan bahwa pada konsentrasi HCl

tertinggi yaitu 3 M, waktu yang dibutuhkan

pita magnesium untuk bereaksi dengan HCl

berlangsung sangat cepat, dibandingkan

dengan HCl 0,5 M yang membutuhkan

waktu sangat lama yaitu 3600 detik atau

berkisar 1 jam waktu yang dibutuhkan pita

magnesium untuk bereaksi dengan HCl.

Dengan menambahkan konsentrasi zat suatu

reaksi, jumlah partikel zat bertambah

banyak, semakin banyaknya jumlah partikel

zat maka tumbykan efektif yang

menghasilkan perubahan akan semakin cepat

terjadi dan reaksi akan berlangsung lebih

cepat. (Purwanti,2013).

3600

1500

120 25

0

2000

4000

0.5 1 2 3

W
a

k
tu

(
S

)

Konsentrasi (M)

Pengaruh Konsentrasi

Pengaruh Konsentrasi

Similer Documents