Download Laporan Kerja Paraktek PT. GMF AeroAsia - Itenas PDF

TitleLaporan Kerja Paraktek PT. GMF AeroAsia - Itenas
File Size1.8 MB
Total Pages119
Table of Contents
                            LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK
ABSTRACT
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
BAB I   - PENDAHULUAN
	1.1 Latar Belakang
	1.2 Tujuan Penulisan
	1.3 Batasan Masalah
	1.4 Metodologi Penelitian
	1.5 Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Kerja Praktek
	1.6 Sistematika Penulisan
BAB II  - TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
	2.1 Sejarah PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia
	2.2 Fasilitas PT. GMF AeroAsia
		1. Hangar
		2. Engine Shop
		3. Engine Test Cell
		4. Work Shop Building
			a) Workshop 1
			b) Workshop 2
		5. Ground Support Equipment (GSE) Center
		6. Apron Area
		7. Utility Building
		8. Material Departement
		9. Surrounding Property
		10. General Storage
		11. Cover Storage
		12. Industrial Waste Treatment
		13. Special Storage
		14. Office
		15. Environment
	2.3 Struktur Keorganisasian PT. GMF AeroAsia
		1. Direksi
		2. Unsur Pendukung
		3. Management Unit Component Maintenance
		4. Fungsi dan Akuntabilitas Management Unit Component Maintenance
			a. VP Component Maintenance
				Manager Workshop Store
			b. GM Avionic
				Manager Radio & Communication,
				Manager Instruement System,
				Manager Electronic Control System
				Manager Production Engineering
				Manager Production Planning and Control
			c. GM Electro Mechanical
				Manager Electrical
				Manager Pneumatic & Hydraulic
				Manager Fuel
				Manager Emergency
				Manager Production Engineering
				Manager Production Planning & Control
			d. GM Wheel, Brake & Landing Gear
				Manager Wheel, Brake &Landing Gear – Crew A
				Manager Wheel, Brake &Landing Gear-Crew B
				Manager Production Engineering, Planning & Control
			e. GM NDT & Calibration
				Manager Production Engineering, Planning & Control
				Manager Calibration
				Manager NDT
	2.4 Potensi PT. GMF AeroAsia
	2.5 Kepegawaian (Man Power)
	2.6 Visi dan Misi PT. GMF AeroAsia
		a. Visi PT. GMF AeroAsia
		b. Misi PT. GMF AeroAsia
	2.7 Klasifikasi Perawatan untuk Pesawat Boeing 737-300/400/500
		a. Sistem APU (Auxuliary Power Unit) dan Power Plant
		b. Time Limit Overhoul, Check Inspection
	2.8 Prestasi yang diraih PT. GMF AeroAsia
BAB III - Teori Pendukung
	3.1 Sejarah Ground Proximity Warning System
	3.2 Pengenalan Ground Proximity Warning System
	3.3 Cara kerja Ground Proximity Warning System
	3.4 Letak Komponen Ground Proximity Warning System
	3.5 Instumen serta Sistem Penunjang Ground Proximity Warning System
		Altimeter
			Barometric Altimeter
			Radio Altimeter
		Air Data Computer
		Instrument Landing System (ILS)
			Localizer
			Glidslope
		ARINC 429
	3.6 Istilah – Istilah Pada Penerbangan
		Non Precision Approach
		Decision Height (DH)
		Cruise
		Approach
BAB IV - Ground Proximity Warning Computer
	4.1 Karakteristik Ground Proximity Warning Computer
	4.2 Blok digram Ground Proximity Warning Computer
	4.3 Diagram perangkat lunak dan sistem operasi ground proximity warning computer
	4.4 Mode Operasi pada Ground Proximity Warning Computer
		Mode 1 – Excessive Decent Rate
		Mode 2 – Terrain Closure Rate
			Mode 2A
			Mode 2B
		Mode 3 – Insufficient Climb Preformance After Takeoff
		Mode 4 – Unsafe Terrain Clearance
			Mode 4A
			Mode 4B
			Mode 4C
		MODE 5 – Descent Below Glideslope
		Mode 6 – Altitude Callouts
		MODE 7 – Windsheer Detection
BAB V  - PENUTUP
	5.1 Kesimpulan
	5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
                        
Document Text Contents
Page 1

MODE OPERASI GROUND PROXIMITY
WARNING COMPUTER (GPWC) PADA

PESAWAT BOEING 737-400









Laporan Kerja Praktek
PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia








Disusun Oleh :
Alfie Rizky Ananda

11-2010-033



















PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

2013

Page 2

LEMBAR PENGESAHAN


Nama : Alfie Rizky Ananada

NRP : 11-2010-033

Jurusan : Teknik Elektro

Fakultas : Teknologi Industri

Institut Teknologi Nasional


Telah menyelesaikan laporan kerja praktek di PT. Garuda Maintenance Facility
AeroAsia dengan judul :


“MODE OPERASI GROUND PROXIMITY WARNING
COMPUTER (GPWC) PADA PESAWAT

BOEING 737-400”


Jakarta, 30 Agustus 2013


Mengetahui

Pembimbing Lapangan
Dosen Pembimbing (PT. GMF AeroAsia)





( Ir. Nana Subarna, M.T. ) ( Amay Sahmay, S.E. )





Koordinator Kerja Praktek Koordinator intership

(PT. GMF AeroAsia)




( Drs. Nandang Taryana, M.T. ) ( Rizki Roshana )

Page 59

Alfie Rizky Ananda
11 – 2010 – 033
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL Halaman 45

oleh controlled flight into terrain turun sejauh 2 kasus pertahunya di

pertengahan tahun 1970an.



3.2 Pengenalan Ground Proximity Warning System
Ground proximity warning system (GPWS), adalah suatu sistem yang

dirancang untuk memberikan peringatan serta tindakan yang harus

dilakukan melalu audio dan visual kepada awak pesawat khususnya captain

dan first officer apabila pesawat berada terlalu dekat dengan darat atau

melakukan manuver yang berbahaya. Sistem ini berfungsi dengan mengukur

ketinggian pesawat terbang relatif terhadap permukaan darat atau dikenal

dengan istilah above ground level (AGL) dengan mengunakan radio

altimeter.




Gambar 3.1

Blok Diagram Ground Proximity Warning System


Suatu sistem tentulah terdiri dari sub-sistem. Secara sederhana suatu

sistem terdiri dari input, proses dan output. Input yang didapat untuk

Ground Proximity Warning Computer didapat dari radio altimeter, air data

computer, barometric altimeter dan input – input diskrit yang ada pada

pesawat terbang. Input – input tersebut lalu akan diperoses oleh Ground

Page 60

Alfie Rizky Ananda
11 – 2010 – 033
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL Halaman 46

Proximity warning Computer yang akan memperoses inputan – inputan

tersebut dan menetukan apakah pesawat dalam bahaya atau tidak yang akan

dibahas pada laporan ini. Setelah diperoses oleh Ground Proximity warning

Computer apabila diangap berbahaya maka akan diberikan output berupa 3

buah peringtan yakni visual melalui indikator di primary flight display dan

audio melalu pengeras suara yang ada pada cockpit



Sistem ini diharapkan mampu mengurangi kecelakaan udara

khususnya kasus diamana pesawat udara yang layak terbang dengan awak

pesawat yang terlatih secara sengaja “terbang” menuju daratan / rintangan /

air tanpa sepengetahuan awak pesawat atau waktu yang cukup untuk

mencegahnya. Persistiwa ini didefinisikan oleh Federal Aviation

Administration (FAA) sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).

Kutipan secara langsung sebagai berikut, “An accident or incident in which

the airplane, under the flightcrew’s control, is inadvertently flown into

terrain, obstacles, or water without either sufficient or timely flightcrew

awareness to prevent the event, or both”.







3.3 Cara kerja Ground Proximity Warning System
Ground Proximity Warning System, memberikan peringatan Audio

melalui pengeras suara (Speaker) yang terdapat di cockpit dengan tujuan

agar semua awak pesawat yang ada di cockpit dapat memahami bahaya dan

mengatasinya. Peringatan audio terdapat 2 buah mode operasi yakni soft

warning dan Loud Warning. Soft warning adalah peringtan dengan level

suara yang lebih kecil dibandingkan dengan Loud warning. Loud warning

akan terjadi apabila terjadi hal yang membahayakan dan tidak segera

dikoreksi.

Page 118

Alfie Rizky Ananda
11 – 2010 – 033
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL Halaman 104



5.2 Saran
Dengan tidak mengurangi rasa hormat ada beberapa usulan yang penulis

ingin sampaikan kepada PT. GMF AeroAsia, sekiranya usulan tersebut

menyingung penulis mohon maaf yang sebesar – besarnya. Usulan tersebut

antara lain :



1. Disediakan satu komponen utuh sebagai master yang digunakan

untuk trouble-shooting. Dengan harapan saat proses trouble-shoting

digunakan komponen master untuk mempercepat dan mempermudah

mencari kerusakan dengan cara menganti komponen per-blok untuk

melihat komponen manakah yang rusak. Hal ini diharapkan untuk

mempercepat waktu dalam pencarian kerusakan.



2. Pengembangan kapabilitas test-bench khususnya Automatic Test

Equipment Complex (ATEC) dengan yang lebih baru, pengamatan

penulis selama kerja praktek sering terjadi kerusakan pada Automatic

Test Equipment Complex (ATEC). Kerusakan tersebut tidaklah berat

tetapi cukup menganggu efisiensi pekerjaan dikarenakan jenis

kerusakan yang tidak konsisten sehingga sukar untuk diperbaiki.

Page 119

Alfie Rizky Ananda
11 – 2010 – 033
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL Halaman 105



DAFTAR PUSTAKA




1. Desmond Hutagaol. 2013. Pengantar PENERBANGAN Perspetif

Profesional. Jakarta : Erlanga.

2. Eismin. 1994. Aircraft Elecitricty & Electronics, Fifth Edition. Singapore:

McGraw-Hill.

3. Honeywell. 2004. Pilot’s Guide – MK VI & MK VIII.

4. Honeywell. 2011. MK V & MK VII EGPWS Pilot Guide.

5. Wikipedia, The Free Encyclopedia. Instrument Landing System.

https://en.wikipedia.org/wiki/Instrument_landing_system

6. PT. GMF AeroAsia. 2006. Ground Proxmity Warning Computer

Component Maintenance Manual.

7. PT. GMF AeroAsia. 2013. 737-300/400/500 Aircraft Maintenance Manual..

8. PT. GMF AeroAsia. 2013. 737-600/700/800/900 Aircraft Maintenance

Manual.








https://en.wikipedia.org/wiki/Instrument_landing_system

Similer Documents