Download Materi Menghitung Fisik Dana Kas Kecil PDF

TitleMateri Menghitung Fisik Dana Kas Kecil
File Size116.3 KB
Total Pages5
Document Text Contents
Page 2

10 Keping @ Rp 100,00 = Rp. 1,000,00

Rp. 30.000,00

Saldo kas kecil per 31 Januari 2004 sama dengan uang kas yang dihitung pada tanggal tersebut.

Tangerang, 31 januari 2004

Akuntan, Saksi, Petugas Pemeriksa,

......................... 1. ........................ ...........................

2. .......................

Menghitung Selisih Kas

Dalam pemeriksaan dana kas kecil seringkali terjadi selisih antara catatan buku kas kecil dengan

penghitungan uang secara fisik, hal ini disebabkan karena:
 Kesalahan pencatatan
 Adanya pembayaran yang dibulatkan ke bawah atau ke atas.
 Adanya uang palsu
 Kehilangan akibat kekliruan saat mengadakan transaksi
 Sebab-sebab lain yang sama sekali tidak diketahui

Apabila menurut perhitungan fisik dana kas kecil lebih besar daripada yang dicatat pada buku kas

kecil disebut CASH OVERAGE atau Selisih kas lebih, sedangkan apabila menurut perhitungan fisik

dana keas kecil lebih sedikit dibandingkan dengan yang tercatat pada buku kas kecil disebut CASH

SHORTAGE atau selisih kas kurang.

Pencatatan selisih pada laporan keuangan dilakukan dengan cara:
1. Jika selisih kas lebih, dianggap sebagai pendapatan di luar usaha
2. Jika selisih kurang, dianggap sebagai beban di luar usaha.

4. Selisih Kas

Page 3

Dari contoh di atas menunjukkan bahwa saldo kas menurut buku sam dengan hasil perhitungan secara

fisik, namun dalam praktek sering terdapat perbedaan.

Jika ternyata terdapat perbedaan/selisih antara jumlah uang kas menurut buku dengan jumlah
yang ada secara fisik, perlu diadakan penelitian secara seksama,, untuk mengetahui sebab-
sebab terjadinya perbedaan tersebut :

a. Kesalahan pencatatan ke dalam jurnal penerimaan kas ataupun jurnal pengeluaran kas
b. Adanya penerimaan atau pembayaran yang ada nilai recehan (kecil), kemudian dibulatkan ke

atas/ke bawah
c. Adanya uang palsu
d. Sebab-sebab yang sama sekali tidak dapat diketahui

a. Jika selisih yang terjadi karena kesalahan pencatatan atau sebab-sebab lain yang dapt
diketahui, maka untuk memperbaikinya harus dibuat jurnal perbaikan (koreksi)
Contoh :

1. Saldo rekening kas pada tanggal 31 Januari 1994 Rp. 4.570.000,- tetapi berdasarkan perhitungan secara

fisik Rp. 4.750.000,-

Setelah dilakukan penelitian, ternyata pembelian peralatan kantor secara tunai pada tanggal 20 Januari

1994 Rp. 1.570.000,- dicatat Rp. 1.750.000,-

Kesalahan tersebut diperbaiki dengan jurnal koreksi sebagai berikut :

Tgl. Uraian D K

Jan 31 Kas
Peralatan Kantor

Rp. 180.000,-
Rp. 180.000,-

Penjelasan :

Pada waktu membeli peralatan tanggal 20 Januari 1994 harusnya dicatat dalam jurnal pengeluaran Kas

Rp. 1.570.000,- ternyata dicatat Rp. 1.750.000,-

Jadi ada kelebihan mencatat dijurnal pengeluaran kas maupun pada rekening kas sisi kredit Rp.

180.000,- Maka untuk perbaikkannya rekening kas harus didebit sejumlah kelebihan tersebut.

2. Saldo rekening kas tanggal 28 Pebruari 1994 Rp. 9.270.000,- tetapi berdasarkan perhitungan
secara fisik Rp. 9.770.000,- setelah dilakukan penelitian, ternyata penerimaan tagihan dari
seorang debitur pada tanggal 15 Pebruari 1994 Rp. 1.500.000,- dicatat Rp. 1.000.000,-

Kesalahan tersebut diperbaiki dengan jurnal koreksi sebagai berikut :

Peb 28 Kas
Piutang

Rp. 500.000,-
Rp. 500.000,-

Page 4

Penjelasan : Pada waktu menerima tagihan tanggal 15 Februari 1994 harusnya dicatat dalam
Penerimaan Kas Rp. 1.500.000,- ternyata dicatat Rp. 1.000.000,- berarti ada kekurangan
mencatat di Jurnal Penerimaan Kas maupun pada rekening Kas sisi Debit Rp. 500.000,-
Maka untuk perbaikannya rekening kas harus didebit sejumlah kekurangan tersebut.

Kesimpulan :
1. Jika kesalahan mencatat terlalu besar, perbaikannya ditulis disisi yang berlawanan sebesar

kelebihan.
2. Jika kesalahan mencatat terlalu rendah, perbaikannya ditulis disisi yang sama sebesar

kekurangannya.

b. Jika selisih yang terjadi karena sebab-sebab yang belum atau tidak diketahui harus
ditampung didalam rekening selisih Kas.

Contoh :
1. Saldo rekening kas pada tanggal 31 Maret 1994 berjumlah Rp. 13.450.000,- tetapi jumlah uang

kas yang ada sebenarnya Rp. 13.464.500,- setelah diteliti tidak ditemukan sebab-sebabnya.
Maka selisihnya harus dimasukkan kerekening Selisih Kas, melalui jurnal :

Jan 31

Kas
Selisih Kas

Rp. 14.500,-
Rp. 14.500,-

Kas Selisih Kas

31/3 Rp. 13.450.000
31/3 Rp. 14.500

31/3 Rp. 14.500,-

2. Saldo rekening kas pada tanggal 30 April 1994 Rp. 15.675.000,- ternyata uang kas yang ada
sebenarnya Rp. 15.673.400,- Setelah diteliti tidak ditemukan sebab-sebabnya. Maka selisihnya
harus dimasukkan kerekening Selisih Kas melalui jurnal :

Apr 30 Selisih Kas



Kas

Rp. 1.600,-
Rp. 1.600,-

Kas Selisih Kas

Similer Documents