Download Menguak Dunia Hitam di Benjina: Multi Etnik - Kabupaten Kepulauan Aru PDF

TitleMenguak Dunia Hitam di Benjina: Multi Etnik - Kabupaten Kepulauan Aru
File Size2.4 MB
Total Pages159
Table of Contents
                            Kep Aru z.JPG
3. REK 2015 KAB. KEPULAUAN ARU ISBN 5 Desember 2016.pdf
                        
Document Text Contents
Page 2

i




Menguak Dunia Hitam

Di Benjina:
Multi Etnik - Kabupaten Kepualauan Aru

















Santi Dwiningsih
M. Haerul

Kasnodihardjo



















Penerbit

Unesa University Press

Page 79

65

Sebenarnya pemerintah telah membangun sarana pengolahan

air sebelum didistribusikan ke penduduk.Konstruksi sarana tersebut

selesai pada akhir tahun 2014 tetapi belum berfungsi sampai saat

ini.Tidak ada yang mengetahui secara pasti alasan mengapa sarana

tersebut belum berfungsi.



























Salah satu sumber air yang dipakai masyarakat bersumber dari

kolam tanah yang mirip dengan danau. Kolam tersebut tidak diberi

pembatas apapun di bagian sisinya, jadi siapapun atau apapun bebas

keluar masuk di area kolam. Air yang berasal dari kolam ini

didistribusikan ke rumah masyarakat oleh penjaga air melalui pipa-

pipa yang terpasang. Seharusnya distribusi air dilakukan secara

bergiliran setiap 2 minggu sekali. Namun karena berbagai kendala dan

kepentingan, jadwal tersebut tidak berlaku. Penjaga air lebih

mengutamakan pendistribusian air kepada pihak yang bersedia

membayar lebih mahal, walaupun hal tersebut menyalahi

kesepakatan dan melanggar hak masyarakat
14

.


14

Hal ini akan disinggung lebih lanjut pada bab IV



Gambar 3.5. Kolam Penampungan air
Sumber: Dokumentasi peneliti

Page 80

66

Ada pun sumber air yang lain yaitu sumur yang berada kurang

lebih1 kilometer dari pusat Desa Benjina. Konon sumur tersebut sudah

ada sejak gereja Kristen pertama kali berdiri di Benjina. Untuk

mengambil air di tempat itu, masyarakat biasa membawa jerigen

dengan memikul atau membawa gerobak.































3.3 Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

3.3.1 Kehamilan

Ada beberapa hal yang dipercaya masyarakat dalam upaya

menjaga kehamilan agar tetap sehat. Upaya tersebut meliputi

beberapa hal, antara lain melakukan pijat hamil dan mematuhi

pantangan sertamelakukan hal yang dianjurkan leluhur. Seperti halnya

dengan K (20 tahun) yang merupakan ibu rumahtangga berdarah Tepa

yang memiliki 2 orang anak.Ketika dia hamil anak pertama dan

keduanya, dia dilarang untuk keluar rumah ketika malam hari.Dia

mematuhi larangan leluhur karena pada saat malam hari, ibu yang

sedang hamil dipercaya rentan mendapat gangguan mahkluk halus



Gambar 3.6. Aktivitas mengambil air di sumur
Sumber: Dokumentasi Peneliti

Page 158

144

termasuk di Benjina

Melante : Berdansa bersama, biasanya di acara pesta

N

Nada : Salah satu marga di Benjina

P

PBR : Pusaka Benjina Resources

Pampam : Suatu istilah yang dipercaya berasal

dari bahasa Thailand, untuk menyebut

hubunganseksual. Istilah ini dipakai oleh

wanita pekerja seks

Papeda : Makanan pokok yang terbuat dari sagu

Pela : Perjanjian adat yang bersifat

kekerabatan dan mengikat antara satu

suku dengan suku yang lain

Pelacuran : Suatu praktek mengkomersialisasikan

tubuh mendapatkan imbalan

Pompom : Makanan olahan yang terbuat dari

sagu ketela pohon dengan tekstur kering

dan keras Biasanya dihidangkan dengan

teh panas untuk melunakkannya

Pramuria : Istilah yang diberikan masyarakat untuk

menyebut wanita pekerja seks di Benjina

Promiskuitas : Melakukan hubungan seks dan

hidup bersama tanpa ikatan pernikahan

R

Rumah karaoke : Rumah pelacuran di Benjina

RKI : Rumah Kayu Indonesia

S

Sasi : Bentuk larangan atau tabu

Saytian : Salah satu marga di Benjina

Selly : Salah satu marga di Benjina

Sinoli : Salah satu olahan sagu, berbentuk sagu

Page 159

145

setengah kering yang disangrai dan

dicampur dengan gula

merah serta kelapa parut

Sopi : Minuman tradisional dengan kadar

alkohol yang tinggi, merupakan hasil

fermentasi dari nira

Speedboat : Kapal cepat, salah satu moda

transportasi di Benjina

Su : Akronim

Suanggi : Mahkluk jahat yang menguasai ilmu

hitam, bisa mengirim guna-guna dan

menyebabkan sakit

T

Tékong : Nahkoda kapal

Tete : Kakek

Tete nenek moyang : Leluhur

Tetua adat : Pemimpin adat tertinggi

Tuan tanah : Pemilik hak ulayat-

W

WPS : Wanita Pekerja Seks

Similer Documents