Download PANDUAN INTERAKSI OBAT PDF

TitlePANDUAN INTERAKSI OBAT
File Size102.3 KB
Total Pages5
Document Text Contents
Page 4

Lakukan prosedur skrinning kinis peresepan.

1. Peresepan
a. Skrinning klinis harus dilakukan untuk setiap resep yang diterima
b. Skrinning dilakukan oleh petugas farmasi dan Apoteker

2. Persiapan
a. Setiap obat yang disiapkan setelah dilakukan skrinning
b. Pengaturan jadwal penggunaan obat dilakukan pada etiket obat

3. Pemberian informasi obat serta edukasi kepada pasien dan atau keluarga pasien meliputi kemungkinan

terjadinya interaksi obat satu dengan obat lain,serta interaksi obat dengan makanan

Berikut adalah contoh daftar yang dapat terjadinya interaksi

Obat-obatan Berinteraksi dengan
Azitromycin Levofloxacin
Oral Kontrasepsi Obat-obat TB
Paracetamol Jahe
Aspirin Candesartan
Atorvastin Clopidogrel
Aspirin Glimepirid
Glimepirid Furosemid
Ranitidine Glimepirid
Furosemid Metformin
Oral kontrasepsi Rokok

B. EFEK DARI TERJADINYA INTERAKSI
1. Azitromycin dengan Levofloxacin
2. Interaksi dari kedua obat ini adalah meningkatnya heart rate pada pasien.
3. Solusi : kedua obat ini tidak boleh digunakan secara bersama-sama, harus ada pengaturan jeda minum obat

dan berhati-hati terhadap pasien dengan riwayat atrial fibrilasi
4. Oral Kontrasepsi dengan Obat-obat TB
5. Penggunaan secara bersama dari kedua obat ini dapat menyebabkan kegagalan kontrasepsi, karena obat-obat

TB merupakan induktor enzim bagi oral kontrasepsi yang akan mengurangi efek obat terebut.
6. Solusi : kedua obat ini tidak boleh digunakan secara bersama-sama, harus ada pengaturan jeda minum obat
7. Paracetamol dengan Jahe
8. Jahe memiliki kandungan Gingerol yang dapat meningkatkan efek dari paracetamol melalui efek sinergis.
9. Solusi : Berhati-hati terhadap pasien dengan riwayat hepatitis atau gangguan fungsi liver
10. Aspirin dengan Candesartan
11. Kombinasi kedua obat ini akan menyebabkan efek untuk menurunkan tekanan darah dari Candesartan akan

berkurang.
12. Solusi : kedua obat ini tidak boleh digunakan secara bersama-sama, harus ada pengaturan jeda minum obat
13. Atorvastatin dan Clopidogrel
14. Kombinasi kedua obat ini akan menyebabkan efek dari Clopidogrel akan berkurang.
15. Solusi : kedua obat ini tidak boleh digunakan secara bersama-sama, harus ada pengaturan jeda minum obat
16. Aspirin dan Glimepirid
17. Efek dari intraksi kedua obat ini Aspirin dapat meningkatkan efek menurunkan gula darah dari Glimepirid

sehingga akan menyebabkan pusing, lemah.
18. Solusi : kedua obat ini tidak boleh digunakan secara bersama-sama, harus ada pengaturan jeda minum obat
19. Glimepirid dan Furosemid

Efek dari intraksi kedua obat ini Furosemid dapat menurunkan efek penurunan gula darah dari Glimepirid.
20. Solusi : kedua obat ini tidak boleh digunakan secara bersama-sama, harus ada pengaturan jeda minum obat
21. Ranitidin dan Glimepiride Penggunaan bersama kedua obat ini dapat menyebabkan efek dari Glimepiride

meningkat dan terjadi penurunan gula darah yang drastis, karena Ranitidine merupakan inhibitor enzim.

Solusi : kedua obat ini tidak boleh digunakan secara bersama-sama, harus ada pengaturan jeda minum obat.
22. Furosemid dan Metformin

Penggunaan bersama kedua obat ini dapat menyebabkan efek dari Metformin meningkat dan terjadi

penurunan gula darah yang drastis..

Solusi : kedua obat ini tidak boleh digunakan secara bersama-sama, harus ada pengaturan jeda minum obat

23. Oral kontrasepsi dan Rokok

Interaksi yang terjadi anatara Oral Kontrasepsi dengan Rokok dapat menyebabkan kegagalan dari obat oral

kontrasepsi, karena Rokok merupakan induktor enzim

Solusi : Penggunaan Oral Kontrasepsi dengan Rokok ini tidak boleh digunakan secara bersama-sama.

4

Similer Documents