Download Paper Neuro Surgery Fraktur Basis Cranii PDF

TitlePaper Neuro Surgery Fraktur Basis Cranii
File Size1.1 MB
Total Pages25
Document Text Contents
Page 1

1


BAB I

PENDAHULUAN





Kasus traumatologi seiring dengan kemajuan zaman akan cenderung

semakin meningkat sehingga seorang dokter umum dituntut mampu memberikan

pertolongan pertama pada kasus kecelakaan yang menimpa pasien. Pasien dengan

kedaruratan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan dapat dialami oleh siapa

saja. Dapat berupa serangan penyakit mendadak, kecelakaan, atau bencana alam.

Time saving is life saving merupakan dasar dari tindakan pada menit-menit

pertama yang dapat menentukan hidup atau mati penderita. Basic Life Support

merupakan tindakan-tindakan segera yang dilakukan untuk mencegah proses

menuju kematian. Sirkulasi yag terhenti 3-5 menit dapat menyebabkan kerusakan

otak permanen, pada korban yang pernah mengalamai hipoksemia waktunya

menjadi lebih sempit sehingga butuh penanganan segera.
8,9

Cedera kepala adalah penyebab utama kematian, dan kecacatan dan

merupakan salah satu kasus kedaruratan traumatologi yang memerlukan resusitasi

dan penanganan yang segera. Secara anatomis tulang tengkorak memiliki manfaat

untuk melindungi otak terhadap cedera. Selain dilindungi oleh tulang, otak juga

tertutup lapisan keras yang disebut meninges fibrosa, dan juga terdapat cairan

yang disebut cerebrospinal fuild (CSF). Trauma dapat berpotensi menyebabkan

fraktur tulang tengkorak, perdarahan di ruang sekitar otak, memar pada jaringan

otak, atau kerusakan saraf pada otak.
5,9

Fraktur basis Cranii/Basilar Skull Fracture (BSF) merupakan fraktur akibat

benturan langsung di sekitar dasar tulang tengkorak (oksiput, mastoid,

supraorbita), transmisi energy yang berasal dari benturan pada wajah atau

mandibula, atau efek “remote” dari benturan pada kepala (“tekanan gelombang”

yang dipropagasi dari titik benturan atau perubahan bentuk tengkorak).

Pasien dengan fraktur basis Cranii (fraktur pertrous os temporal) dijumpai

dengan otorrhea dan memar pada mastoids (battle sign). Penampakan fraktur

basis Cranii fossa anterior ditandai dengan adanya Rhinorrhea dan memar di

Page 2

2


sekitar palpebra (raccoon eyes). Kehilangan kesadaran dan Glasgow Coma Scale

dapat bervariasi, tergantung pada kondisi patologis intrakranial. Untuk penegakan

diagnosis fraktur basis Cranii, diawali dengan pemeriksaan neurologis lengkap,

analisis laboratorium dasar, diagnostic untuk fraktur dengan pemeriksaan

radiologik.


Penanganan korban dengan cedera kepala diawali dengan memastikan

bahwa airway, breathing, circulation bebas dan aman. Banyak korban cedera

kepala disertai dengan multiple trauma dan penanganan pada pasien tersebut tidak

menempatkan penanganan kepala menjadi prioritas, resusitasi awal dilakukan

secara menyeluruh.
10

Page 24

http://www.emedicinehealth.com/script/main/art.asp?articlekey=59402&page=1#overview
http://www.emedicinehealth.com/script/main/art.asp?articlekey=59402&page=1#overview
http://emedicine.medscape.com/article/248108clinicalmanifestations

Page 25

25


penerjemah. Anatomi Klinik Untuk Mahasiswa Kedokteran. Edisi 6.

Jakarta: EGC: 2006.740-59

10. Netter FH, Machado CA. Atlas of Human Anatomy. Version 3. Icon

Learning System LLC;2003.

11. Ishman SL, Friedland DR. Temporal bone fractures: traditional

classification and clinical relevance. Laryngoscope. Oct

2004;114(10):1734-41.

12. Anderson PA, Montesano PX. Morphology and treatment of occipital

condyle fractures. Spine (Phila Pa 1976). Jul 1988;13(7):731-6.

13. Tuli S, Tator CH, Fehlings MG, Mackay M. Occipital condyle fractures.

Neurosurgery. Aug 1997;41(2):368-76; discussion 376-7.

14. Menku A, Koc RK, Tucer B, Durak AC, Akdemir H. Clivus fractures:

clinical presentations and courses. Neurosurg Rev. Jul 2004;27(3):194-8.

15. Legros B, Fournier P, Chiaroni P, Ritz O, Fusciardi J. Basal fracture of the

skull and lower (IX, X, XI, XII) cranial nerves palsy: four case reports

including two fractures of the occipital condyle--a literature review. J

Trauma. Feb 2000;48(2):342-8.

Similer Documents