Download Penindasan Yang Kejam Terhadap Wanita Dalam Islam - By Robert Spencer dan Phyllis Chesler PDF

TitlePenindasan Yang Kejam Terhadap Wanita Dalam Islam - By Robert Spencer dan Phyllis Chesler
File Size698.6 KB
Total Pages30
Document Text Contents
Page 15

Pada awal 2007, kemarau parah di Afghanistan mengakibatkan beberapa orang Afghan menjual

anak-anak perempuan mereka untuk dinikahi – termasuk anak-anak perempuan yang baru

berusia 8 tahun – agar dapat membeli makanan. Seorang ibu Afghan menjelaskan: “Saya

terpaksa menjual anak-anak perempuan saya karena kekeringan ini. Kami tidak mempunyai

cukup makanan dan uang dari pernikahan ini membuat kami dapat membeli makanan. Tiga bulan

yang lalu anak perempuan saya yang berusia 15 tahun menikah”.50 Gadis-gadis lain telah dijual

untuk melunasi hutang-hutang opium. Seorang gadis Afghan bernama Saliha menceritakan:

“Saya berusia 13 tahun ketika ayah saya menikahkan saya dengan seorang pria berusia 20 tahun,

karena ayahnya telah memberikan pinjaman kepada orang-tua saya dan orang-tua saya tidak

sanggup mengembalikannya atau membayarnya dengan sejumlah opium”.51

Dengan adanya pernikahan anak-anak, kekerasan dalam rumah-tangga semakin meningkat.

Seorang ahli mengatakan kepada kami, “Di Mesir 29% orang dewasa yang telah menikah telah

dipukuli oleh suami mereka; diantaranya, 41% dipukuli selama masa kehamilan. Sebuah studi di

Jordan mengindikasikan bahwa 26% dari kasus kekerasan rumah-tangga yang dilaporkan

dilakukan terhadap para wanita yang berusia di bawah 18 tahun”.52

Sangat sulit bagi para reformis untuk menentang pernikahan anak-anak karena hal itu sesuai

dengan teladan Nabi Muhammad sendiri: “Nabi menulis (kontrak pernikahan) dengan Aisha ketika

ia masih berusia 6 tahun dan melakukan hubungan suami-istri dengannya ketika ia berusia 9

tahun dan Aisha tinggal bersamanya selama 9 tahun (yaitu sampai kematiannya)”.53 Qur’an

memasukkan pernikahan anak-anak dalam arahannya mengenai perceraian. Ketika berbicara

mengenai periode menunggu yang harus dijalani untuk menentukan apakah wanita itu sedang

hamil atau tidak, Qur’an berkata: “Jika kamu ragu berkenaan dengan para istrimu yang terhenti

haidnya, ketahuilah bahwa waktu menunggu mereka adalah 3 bulan. Hal yang sama juga berlaku

terhadap mereka yang belum mendapat menstruasi” (penekanan ditambahkan).54 Dengan

perkataan lain, disini Allah menggambarkan sebuah skenario dalam mana seorang perempuan

yang belum memasuki masa puber bukan saja sudah menikah, namun juga diceraikan oleh

suaminya.

Cadar dan Jilbab

Pada Februari 2007, Zilla Huma Usman, Menteri Kesejahteraan Sosial Pakistan di propinsi Punjab,

ditembak mati oleh seorang Muslim karena tidak memakai kerudung. Si pembunuh, Mohammad

Sarwar, mengatakan: “Saya tidak menyesal. Saya hanya mematuhi perintah Allah. Saya akan

15

Page 16

membunuh semua wanita yang tidak mengikuti jalan yang benar, jika saya telah dibebaskan”.55

Di Aljazair, “sebagaimana di Iran, wanita-wanita Aljazair yang mandiri, terpelajar, dan tidak

berjilbab dipandang sebagai target militer dan semakin banyak yang ditembak jika mereka

terlihat”. Pengacara Karima Bennoune mengatakan: “Kaum pria Aljazair memanggul senjata,

kaum wanita Aljazair mengenakan kerudung. Seperti yang dikatakan oleh seorang wanita: ‘Rasa

takut lebih besar daripada keinginan kami untuk bebas’”.56 Di kota suci Muslim, Mekkah, pada

Maret 2002, limabelas gadis remaja meninggal dalam kobaran api di sekolah mereka ketika polisi

religius Saudi, Muttawa, tidak mengijinkan mereka keluar dari bangunan itu. Mengapa? Karena

dalam lingkungan sekolah khusus untuk putri itu, mereka telah menanggalkan pakaian serba

tertutup yang harus dikenakan kaum wanita Saudi bila bertemu dengan pria. Mereka belum

mengenakan pakaian itu lagi saat mereka berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api.

Muttawa lebih suka mereka mati daripada melanggar hukum Islam, dan mereka bertikai dengan

polisi dan pemadam kebakaran yang berusaha membuka pintu-pintu sekolah untuk

menyelamatkan gadis-gadis itu.57 Oleh karena pemikiran seperti ini, di seluruh dunia Muslim kaum

wanita mengalami pelarangan dan pembatasan atas pergerakan mereka, pilihan-pilihan mereka

untuk menikah, kesempatan-kesempatan mereka di dunia kerja, dan lebih banyak lagi. Qur’an

bahkan memerintahkan agar warisan seorang anak laki-laki haruslah dua kali lipat lebih besar

daripada anak perempuan: “(maka) Allah mengarahkan kamu sehubungan dengan (warisan)

anak-anakmu: untuk laki-laki, sebanyak bagian dua perempuan”. (4:11)

Perkosaan

Pada Maret 2007, seorang wanita Saudi berusia 19 tahun dihukum 90 kali cambukan. Apakah

kejahatannya? Seorang pria mengancam akan memberitahu ayahnya kalau mereka mempunyai

hubungan, kecuali ia bersedia untuk menemui pria itu sendirian. Ketika ia menurutinya, gadis itu

diculik dan diperkosa berulangkali, dan kemudian saudaranya memukulinya karena perkosaan itu

mempermalukan keluarga. Alih-alih memberikan keadilan padanya, pengadilan Saudi memberinya

hukuman cambuk sebanyak 90 kali karena ia telah menemui seorang pria yang bukan kerabatnya

seorang diri.58

Ini bukanlah kasus yang tersembunyi. “Pada 2004, seorang gadis berusia 16 tahun, Atefeh Rajabi,

digantung di alun-alun Iran. Apakah kejahatannya? Rajabi dituduh melakukan perzinahan – yang

kemungkinan besar, ia sebenarnya diperkosa. Pemerkosanya tidak dihukum. Rajabi mengatakan

pada mullah/hakim, Haji Rezaii, bahwa ia harus menghukum para pria yang menjadi pelaku

16

Similer Documents