Download Proposal Program Hibah Bina Desa (doc) PDF

TitleProposal Program Hibah Bina Desa (doc)
File Size376.7 KB
Total Pages9
Document Text Contents
Page 2

ii


1. Judul :

2. Tema : Pengentasan Kemiskinan

3. Nama Organisasi Pelaksana : UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro

4. Ketua Pelaksana

Nama Lengkap : Yuliyan Hambyah Asnawi

NIM/NRP : 24010112120004

Program Studi/Jurusan : Matematika

Perguruan tinggi : Universitas Diponegoro

No. Telepon/HP : 085785167575

E-mail : [email protected]

5. Jumlah Anggota Pelaksana (orang) : 5 orang

6. Dosen Pendamping

Nama Lengkap, Gelar : Dra. Puji Astuti, M. Si

NIP/NIDN : 196209041987032001

No. Telepon/HP : 085640751457

7. Lokasi Kegiatan/Mitra

Kelurahan/Kec : Wedung / Wedung

Kabupaten/Kota : Kab. Demak

Provinsi : Jawa Tengah

Jarak dari PT (km) : 63 km

8. Jangka Waktu Pelaksanaan (bulan) : 3 bulan

9. Biaya Total (Rp) : Rp. 43.639.000,00,-

Dikti (Rp) : Rp. 43.639.000,00,-

Sumber lain (Rp)

Semarang, 15 April 2014



Menyetujui,



Ketua UKM Peduli Sosial Undip







M. Saptahadi Permana

NIM 21090111130077



Ketua Tim







Yuliyan Hambyah Asnawi

NIM 24010112120004

Pembantu Rektor 3

Bidang Kemahasiswaan









Drs. Warsito, SU

NIP 195402021981031014

Page 3

mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]

Page 4

mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]

Page 5

1


A. Judul
B. Latar belakang

Bandeng merupakan

Selama ini olahan bandeng

Kerupuk bandeng

Program bina desa memilih

Tujuan



C. Perumusan Masalah
1. Bagaimana cara meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam pembuatan kerupuk bandeng

yang berkualitas di Desa Wedung?

2. Bagaimana cara pemasaran kerupuk bandeng yang efektif agar dapat menghasilkan
keuntungan?

3. Bagaimana cara meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Wedung?
4. Bagaimana melatih dan mengkader masyarakat Desa Wedung agar berkesinambungan

menjalankan usaha pembuatan kerupuk bandeng?



D. Tujuan
Umum

1. Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat tentang pengolahan hasil
tambak ikan bandeng menjadi kerupuk bandeng.

2. Meningkatkan kesejahteraan melalui perekonomian masyarakat di Desa Wedung.
3. Melakukan upaya yang berkesinambungan agar usaha ini berkembang di masyarakat.


Khusus
1. Memberdayakan ibu rumah tangga di Desa Wedung untuk membuat kerupuk bandeng.
2. Mengurangi jumlah pengangguran di Desa Wedung dengan membuka usaha rumahan

pembuatan kerupuk bandeng.

3. Meningkatkan nilai produk ikan bandeng menjadi olahan kreatif yang berpotensi sebagai
oleh oleh khas daerah.



E. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dari program ini adalah:

1. Adanya tambahan pendapatan per bulan masyarakat di Desa Wedung.
2. Sebagian besar masyarakat berperan aktif secara berkesinambungan dan bertanggung

jawab terhadap program ini.

3. Antusiasme yang tinggi masyarakat di Desa Wedung dalam mengikuti pelatihan
pengolahan ikan bandeng.

4. Ketrampilan masyarakat untuk mengolah hasil tambak guna meningkatkan penghasilan.
5. Keterlibatan mahasiswa serta dosen ahli dalam pelaksanaan program pemberdayaan

mayarakat ini.

6. Keberlanjutan program yang terus menerus karena program ini berwawasan masa
sekarang dan masa depan.



F. Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dengan adanya program ini adalah :

Page 7

3


Kebiasaan masyarakat Dukuh Siklenting masih cukup sederhana, sebab hasil tambak yang

melimpah hanya dijual sebagai pasokan ikan segar di pasaran. Peluang tersebut rupanya belum

dimanfaatkan dalam segi industri kreatif oleh masyarakat dukuh Siklenting. Menurut masyarakat

setempat, mereka telah puas dengan penghasilan yang mereka peroleh selama ini. Selain itu,

masyaarakat Dukuh Siklenting memiliki kendala dalam memperoleh informasi.

Selama ini, tambak yang mereka kelola masih bergantung dengan sistem tradisional.

Pemberian pakan Bandeng yang dilakukan masyarakat Dukuh Siklenting hanya memanfaatkan

lumut alami yang tumbuh dalam tambak tersebut. Sedangkan regulasi air tambak masih

bergantung dengan sistem rob air laut.

Masyarakat Dukuh Siklenting merasa “termanjakan” dengan sistem yang ada. Pemberian

pakan secara nontradisional dianggap tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap hasil

panen tambak dan bobot ikan. Hal tersebut dianggap tidak sesuai dengan sistem regulasi air

tambak, karena pakan akan hilang seiring pergantian air.

Selain problema pengolahan hasil produksi dan sistem tambak, ibu-ibu rumah tangga di

Dukuh Siklenting juga belum memiliki kegiatan pengembangan keterampilan untuk

memanfaatkan waktu senggang disamping tugas pokok sebagai ibu rumah tangga.

Warga Dukuh Siklenting yang berprofesi sebagai petani tambak rata-rata memiliki omset 1-2

juta/ bulan. Pekerja tambak biasanya terdiri dari tujuh sampai delapan orang, dengan pembagian

upah setara dengan kinerja masing-masing orang yang ditentukan oleh pemilik tambak tersebut.

Dukuh Siklenting sendiri terdiri dari empat rukun tetangga, yang terdiri dari:

1. RT 1: 130 KK
2. RT 2: 87 KK
3. RT 3: 90 KK
4. RT 4: 100 KK

Jumlah penduduk yang cukup banyak untuk satu wilayah Dukuh tersebut dapat dimanfaatkan

sebagai sumber daya manusia yang mendukung dengan berbagai inovasi dan kegiatan produktif.

Masyarakat Dukuh Siklenting pun tergolong masyarakat yang sifatnya gotong-royong sehingga

memudahkan kita dalam merangkul dan memberikan kegiatan bermanfaat untuk seluruh

warganya. Selain itu, masyarakat Dukuh Siklenting sendiri tidak tertutup dengan informasi dan

penegtahuan baru, hanya saja belum ada kegiatan yang memberikan bukti nyata kepada mereka.,

sehingga bisa menjadi langkah awal yang baik jika masyarakat Dukuh Siklenting dapat

mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Salah satu cara pengoptimalan

SDM dan SDA tersebut melalui adanya pelatihan dan program industri kreatif untuk pengolahan

ikan bandeng menjadi kerupuk bandeng yang diharapkan dapat menjadi sarana yang efektif dan

produktif bagi Ibu rumah tangga Dukuh Siklenting.

Berdasarkan monografi penduduk Desa Wedung Kecamatan Wedung Kabupaten Demak

seluruhnya 10.725 orang. Luas wilayah desa seluruhnya 129.754 Ha. Desa Wedung berbatasan

dengan. Desa Wedung letaknya dibatasi :

Sebelah Utara : Kelurahan Buka, Mandung, Beranak

Page 8

4


Sebelah Timur : Kelurahan Ngawen

Sebelah Selatan : Kecamatan Bonang

Sebalah Barat : Laut Jawa

Potensi desa yang tersedia adalah tambak ddengan hasil tangkapan atau panen 47.600 ton/tahun.

Mata pencaharian penduduk Desa Wedung Kecamatan Wedung Kabupaten Demak sebagai

berikut :

1. Petani : 24 orang
2. Buruh tani : 153 orang
3. Nelayan : 1254 orang
4. Pengusaha : 33 orang
5. Pegawai negeri : 416 orang
6. Pedagang :589 orang

Ternyata mata pencaharian penduduk di Desa Wedung Kecamatan Wedung Kabupaten

Demak sebagian besar adalah para nelayan dan petani tambak, terutama tambak ikan

bandeng.

I. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan dalam program hibah bina desa dengan judul “Pemberdayaan Ibu

Rumah Tangga Dukuh Siklenting Desa Wedung Kabupaten Demak dalam Industri Kreatif

Produk Olahan Bandeng “Kriting 123” Kerupuk Edukasi Siklenting 123” Dilaksanakan

dalam beberapa tahap

1. Sosialisasi program “Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Dukuh Siklenting Desa Wedung
Kabupaten Demak dalam Industri kreatif Produk Olahan Bandeng “Kriting 123”

Kerupuk Edukasi Siklenting 123”.

Pada tahap ini, akan diadakan sosialisasi tentang pengolahan ikan bandeng di

Dukuh Siklenting, tahap ini dilakukan guna memberi gambaran kepada masyarakat

tentang program yang akan dilakukan di dukuh tersebut, selain itu juga sebagai media

untuk menarik perhatian masyarakat guna mendapatkan dukungan.

2. Pelatihan
Dalam tahap ini akan dilakukan praktek langsung tentang bagaimana cara

mengolah ikan bandeng, olahan yang dimaksud adalah kerupuk ikan bandeng. Pelatihan

ini akan dilaksanakan di rumah ketua RT 03.

3. Manajemen Organisasi
Manajemen Organisasi meliputi penyusunan struktur organisasi tim pelatihan dan

penjelasan tentang bagaimana menjalankan proses organisasi. Dalam tahap ini, kami

juga akan membahas tentang manajemen pemasaran dari produk K-Bagi (Kerupuk

Bandeng Gurih).

4. Evaluasi
Tahap ini dilakukan oleh Tim Peneliti dan dibantu pihak panitia dari masyarakat

untuk mengetahui kekurangan dalam melaksanakan program agar selanjutnya dapat

diperbaiki menjadi lebih baik.

5. Monitoring

Similer Documents