Download Referat Obgyn Retensio Plasenta PDF

TitleReferat Obgyn Retensio Plasenta
File Size621.0 KB
Total Pages31
Table of Contents
                            Pada retensio plasenta, sepanjang plasenta belum terlepas, maka tidak akan menimbulkan perdarahan.9 Bila terjadi banyak perdarahan atau bila pada persalinan-persalinan yang lalu ada riwayat perdarahan postpartum, maka tak boleh menunggu, sebaiknya plasenta langsung dikeluarkan dengan tangan. Juga kalau perdarahan sudah lebih dari 500 cc atau satu nierbekken, sebaiknya plasenta langsung dikeluarkan secara manual dan diberikan uterus tonika, meskipun kala III belum lewat setengah jam.9,2 Plasenta mungkin pula tidak keluar karena kandung kemih atau rektum penuh, karena itu keduanya harus dikosongkan.2
Manual plasenta adalah tindakan invasif dan, kadang memerlukan anestesia.13,18 Manula plasenta harus dilakukan sesuai indikasi dan oleh operator berpengalaman. Indikasi manual plasenta meliputi: retensio plasenta dan perdarahan banyak pada kala III yang tidak dapat dihentikan dengan uterotonika dan masase, suspek ruptur uterus, dan retensi sisa plasenta.11,18
                        
Document Text Contents
Page 15

Gejala Akreta parsial Inkarserata Akreta

Konsistensi uterus Kenyal Keras Cukup

Tinggi fundus Sepusat 2 jari bawah pusat Sepusat

Bentuk uterus Diskoid Agak globuler Diskoid

Perdarahan Sedang- banyak Sedang Sedikit/ tidak ada

Tali pusat Terjulur sebagian Terjulur Tidak terjulur

Ostium uteri Terbuka Konstriksi Terbuka

Pelepasan
plasenta

Lepas sebagian Sudah lepas Melekat seluruhnya

Syok Sering Jarang Jarang sekali, kecuali
akibat inversio oleh
tarikan kuat pada tali
pusat



Tabel 2.2 Identifikasi jenis retensio plasenta dan gambaran klinisnya8

B. Pemeriksaan pervaginam
Pada pemeriksaan pervaginam, plasenta tidak ditemukan di dalam

kanalis servikalis tetapi secara parsial atau lengkap menempel di dalam

uterus.4 Pada pemeriksaan plasenta yang lahir menunjukkan bahwa ada

bagian tidak ada atau tertinggal, dan pada eksplorasi secara manual

terdapat kesulitan dalam pelepasan plasenta atau ditemukan sisa

plasenta.15,18

C. Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan darah untuk menilai peningkatan alfa fetoprotein.

Peningkatan alfa fetoprotein berhubungan dengan plasenta akreta.23

15

Page 30

3. Mayo Clinic. Pregnancy week by week ; Placenta: How it works, what's
normal. Mayo Foundation for Medical Education and Research (MFMER);
2012. Diakses pada tanggal 28 September 2013 dari
http://www.mayoclinic.com/health/placenta/MY01945

4. Prabowo E. Retensio Plasenta. Jakarta:
http://samoke2012.files.wordpress.com/2012/10/retensio-plasenta.pdf

5. Midwifery Educator. Retained Placenta Management. National Women’s
Health Clinical Guideline / Recommended Best Practice : 2012. Diakses pada
tanggal 28 September 2013 dari
http://nationalwomenshealth.adhb.govt.nz/Portals/0/Documents/Policies/Reta
ined%20Placenta%20Management_.pdf

6. Cunningham FG, Gant NF, Leveno KJ, Gilstrap III LG, Hauth JC, Wenstrom
KD. Obstetri Williams Volume 1 Edisi 21. Jakarta: EGC; 2005.

7. Sastrawinata S, Martaadisoebrata D, Wirakusumah FF. Obstetri Patologi
Ilmu Kesehatan Reproduksi Edisi 2. Jakarta: EGC; 2004.

8. Rohani, Sasmita R, Marisah. Asuhan Kebidanan Pada Masa Persalinan.
Jakarta: Salemba Medika; 2011.

9. Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan Edisi Keempat Cetakan Ketiga. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo; 2010.

10. Heller L. Gawat Darurat Ginekologi dan Obstetri (Emergencies in
Gynecology and Obstetrics). Jakarta: EGC; 1997.

11. Hanifa W. Ilmu Bedah Kebidanan Edisi Pertama Cetakan Ketujuh. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo; 2007.

12. Jevuska. Patofisiologi Retensio Plasenta. 2013 Diakses pada tanggal 28
September 2013 dari http://www.jevuska.com/2011/09/10/patofisiologi-
retensio-plasenta

13. Weeks AD. The Retained Placenta. USA: National Center for Biotechnology
Information, U.S. National Library of Medicine from African Health Sciences
Makerere Medical School; 2001. Diakses pada tanggal 28 September 2013
dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2704447/

14. Memon SR, Talpur NN, Korejo RK. Rawal Medical Journal Volume 36
Number 4 : Outcome of Patients Presenting With Retained Placenta.
Pakistan: Departemen of Obstetrics and Ginecology; 2011. Diakses pada
tanggal 24 September 2013 dari www.scopemed.org/fulltextpdf.php?
mno=12733

30

http://www.scopemed.org/fulltextpdf.php?mno=12733
http://www.scopemed.org/fulltextpdf.php?mno=12733
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2704447/
http://www.nlm.nih.gov/
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/
http://www.jevuska.com/2011/09/10/patofisiologi-retensio-plasenta
http://www.jevuska.com/2011/09/10/patofisiologi-retensio-plasenta
http://nationalwomenshealth.adhb.govt.nz/Portals/0/Documents/Policies/Retained%20Placenta%20Management_.pdf
http://nationalwomenshealth.adhb.govt.nz/Portals/0/Documents/Policies/Retained%20Placenta%20Management_.pdf
http://samoke2012.files.wordpress.com/2012/10/retensio-plasenta.pdf
http://www.mayoclinic.com/health/placenta/MY01945

Page 31

15. DeCherney AH, Nathan L. Curren. Obstetric & Gynecologic Diagnosis &
Treatment, Ninth Edition: Postpartum Hemorrhage & Abnormal Puerperium:
Retained Placenta Tissue. California: The McGraw-Hill Companies, Inc;
2003. 28:323-327.

16. Hill M. Placental Development. UNSW Embryology; 2013. Diakses pada
tanggal 27 September 2013 dari
http://php.med.unsw.edu.au/embryology/index.php?
title=Placenta_Development

17. Anonim. Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal: Kala Tiga dan Empat
Persalinan. Bab 4:91-99.

18. Pernoll ML. Benson & Pernonoll’s Handbook of Obstetrics & Gynecology
Tenth Edition. New York: McGraw-Hill; 2001. 6:173-177; 11:341-342.

19. http://www.medskills.eu/index.php/wiki/en/body/birth/common
%20complications/retained%20placentae/

20. Committee Opinion. Placenta Accreta. Washington DC: American Congress
of Obstetricians and Gynecologists; 2012. Diakses pada tanggal 26
September 2013 dari http://www.acog.org/Resources%20And
%20Publications/Committee%20Opinions/Committee%20on%20Obstetric
%20Practice/Placenta%20Accreta.aspx

21. B-Lynch C. A Textbook of Postpartum Hemorrhage A Comprehensive Guide
to Evaluation, Management and Surgical Intervention : Placental
Abnormalities. Singapore: Sapiens Publishing; 2006. 8:66-68, 10:90-91,
24:203-207, 31:296-297.

22. Anonim. Buku Acuan Pelayanan Obstetri Emergensi Dasar: Retensio
Plasenta. Bab 4-10.

23. Mayo Clinic. Placenta Accreta. Mayo Foundation for Medical Education and
Research (MFMER); 2012. Diakses pada tanggal 28 September 2013 dari
http://www.mayoclinic.com/health/placenta-accreta/DS01203

24. Gondo HK. Penanganan Perdarahan Post Partum (Haemorhagi Post
Partum, HPP). Surabaya: Universitas Wijaya Kusuma; 2010.

31

http://www.mayoclinic.com/health/placenta-accreta/DS01203
http://www.acog.org/Resources%20And%20Publications/Committee%20Opinions/Committee%20on%20Obstetric%20Practice/Placenta%20Accreta.aspx
http://www.acog.org/Resources%20And%20Publications/Committee%20Opinions/Committee%20on%20Obstetric%20Practice/Placenta%20Accreta.aspx
http://www.acog.org/Resources%20And%20Publications/Committee%20Opinions/Committee%20on%20Obstetric%20Practice/Placenta%20Accreta.aspx
http://www.medskills.eu/index.php/wiki/en/body/birth/common%20complications/retained%20placentae/
http://www.medskills.eu/index.php/wiki/en/body/birth/common%20complications/retained%20placentae/
http://php.med.unsw.edu.au/embryology/index.php?title=Placenta_Development
http://php.med.unsw.edu.au/embryology/index.php?title=Placenta_Development

Similer Documents