Download sni 15-7064-2004 semen portland komposit.pdf PDF

Titlesni 15-7064-2004 semen portland komposit.pdf
File Size36.7 KB
Total Pages8
Document Text Contents
Page 1

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di w
ebsite dan tidak untuk dikom

ersialkan”





Standar Nasional Indonesia


SNI 15-7064-2004





















Semen portland komposit

























ICS 91.100.10






Badan Standardisasi Nasional

Page 2

“H
a
k C

ip
ta

B
a
d
a
n
S

ta
n
d
a
rd

isa
si N

a
sio

n
a
l, C

o
p
y

sta
n
d
a
r in

i d
ib

u
a
t u

n
tu

k p
e
n
a
ya

n
g
a
n
d

i
w

e
b
site

d
a
n
tid

a
k u

n
tu

k d
iko

m
e
rsia

lka
n


Page 3

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di w
ebsite dan tidak untuk dikom

ersialkan”

SNI 15-7064-2004

i

Daftar isi




Daftar isi............................................................................................................................ i

Prakata ............................................................................................................................. ii

1 Ruang lingkup ............................................................................................................ 1

2 Acuan normatif............................................................................................................ 1

3 Istilah dan definisi ....................................................................................................... 1

4 Penggunaan ............................................................................................................... 1

5 Syarat mutu ................................................................................................................ 1

6 Cara pengambilan contoh........................................................................................... 2

7 Cara uji ....................................................................................................................... 2

8 Syarat lulus uji ............................................................................................................ 3

9 Pengemasan............................................................................................................... 3

10 Syarat penandaan .................................................................................................... 3

11 Penyimpanan dan transportasi ................................................................................. 3

Bibliografi .......................................................................................................................... 4

Page 4

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di w
ebsite dan tidak untuk dikom

ersialkan”

SNI 15-7064-2004

ii

Prakata



Standar Nasional Indonesia (SNI) Semen portland komposit (Portland composite cement)
disusun dengan maksud menunjang pengembangan industri semen nasional dan melindungi
konsumen.

Standar ini merupakan diversifikasi produk, dimana spesifikasi dari semen ini berbeda
dengan tipe semen-semen yang ada saat ini, sehingga standar ini dibuat terpisah dari
standar yang lain.

Standar ini disusun dan dirumuskan oleh Panitia Teknis 33 S, Kimia Anorganik. Standar ini
merupakan hasil konsensus yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 7 Juli 2004 yang
dihadiri oleh wakil-wakil dari pihak pihak produsen, konsumen, asosiasi, lembaga pengujian
dan instansi pemerintah.

Page 5

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di w
ebsite dan tidak untuk dikom

ersialkan”

SNI 15-7064-2004

1 dari 4


Semen portland komposit



1 Ruang lingkup

Standar ini menetapkan spesifikasi teknis untuk semen portland komposit yang digunakan
untuk konstruksi umum.


2 Acuan normatif

SNI 15-2049-2004, Semen portland.


3 Istilah dan definisi

3.1
semen portland komposit
bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan bersama-sama terak semen portland dan gips
dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran antara bubuk semen
portland dengan bubuk bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain terak
tanur tinggi (blast furnace slag), pozolan, senyawa silikat, batu kapur, dengan kadar total
bahan anorganik 6% - 35 % dari massa semen portland komposit


4 Penggunaan

Semen portland komposit dapat digunakan untuk konstruksi umum seperti: pekerjaan beton,
pasangan bata, selokan, jalan, pagar dinding dan pembuatan elemen bangunan khusus
seperti beton pracetak, beton pratekan, panel beton, bata beton (paving block) dan
sebagainya.


5 Syarat mutu

5.1 Syarat kimia

Syarat kimia untuk semen portland komposit:
SO3 maksimum 4,0 %.

5.2 Syarat fisika

Syarat fisika seperti tertera pada Tabel 1 berikut:


Tabel 1 Syarat fisika


No. U r a i a n Satuan Persyaratan

1. Kehalusan dengan alat blaine m2/kg min. 280

Page 6

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di w
ebsite dan tidak untuk dikom

ersialkan”

SNI 15-7064-2004

2 dari 4

Tabel 1 (lanjutan)


No. U r a i a n Satuan Persyaratan

Kekekalan bentuk dengan autoclave:
- pemuaian


%


maks. 0,80

2.

- penyusutan % maks. 0,20

3. Waktu pengikatan dengan alat vicat:
- pengikatan awal
- pengikatan akhir


menit
menit


min. 45

maks. 375
4. Kuat tekan:

- umur 3 hari
- umur 7 hari
- umur 28 hari


kg/cm2
kg/cm2
kg/cm2


min. 125
min. 200
min. 250

5. Pengikatan semu:
- penetrasi akhir


%


min. 50

6. Kandungan udara dalam mortar % volume maks.12



6 Cara pengambilan contoh

Cara pengambilan contoh dan jumlah contoh Semen portland komposit untuk pengujian
semen sesuai dengan SNI 15-2049-2004, Semen Portland.


7 Cara uji

7.1 Cara uji kimia

7.1.1 Sulfur trioksida (SO3)

Cara uji penentuan kadar sulfur trioksida sesuai dengan SNI 15-2049-2004, Semen portland.

7.2 Cara uji fisika

7.2.1 Kehalusan

Cara uji penentuan kehalusan dengan menggunakan alat blaine sesuai dengan
SNI 15-2049-2004, Semen Portland, dengan terlebih dahulu ditentukan berat jenisnya.

7.2.2 Kekekalan bentuk dengan autoclave

Cara uji penentuan kekekalan bentuk dengan autoclave sesuai dengan SNI 15-2049-2004,
Semen portland.

7.2.3 Waktu pengikatan

Cara uji waktu pengikatan dengan menggunakan alat vicat sesuai dengan SNI 15-2049-
2004, Semen portland.

7.2.4 Kuat tekan

Cara uji penentuan kuat tekan sesuai dengan SNI 15-2049-2004, Semen portland, terlebih
dahulu ditentukan kelecakannya dengan meja alir.

Page 7

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy standar ini dibuat untuk penayangan di w
ebsite dan tidak untuk dikom

ersialkan”

SNI 15-7064-2004

3 dari 4


7.2.5 Pengikat semu

Cara uji pengikat semu sesuai dengan SNI 15-2049-2004, Semen portland.

7.2.6 Kandungan udara dalam mortar

Cara uji penentuan kandungan udara dalam mortar sesuai dengan SNI 15-2049-2004,
Semen portland.


8 Syarat lulus uji

Semen portland komposit yang diuji dinyatakan lulus uji apabila memenuhi seluruh
persyaratan yang ada pada butir 5 syarat mutu, dan diuji dengan menggunakan metoda
pada butir 7 cara uji.


9 Pengemasan

9.1 Semen portland komposit dapat diperdagangkan dalam bentuk kemasan dan curah.
Semen portland komposit harus dikemas dalam kantong dengan berat netto 20 kg atau
40 kg atau 50 kg untuk setiap kantong.

9.2 Kekurangan berat tidak boleh lebih dari 2% dari berat yang tertera pada setiap
kemasan.

9.3 Berat rata-rata dari setiap pengiriman yang diwakili oleh penimbangan 50 kemasan
yang diambil secara acak tidak boleh kurang dari berat yang tertera pada kemasan.


10 Syarat penandaan

Pada kemasan sekurang-kurangnya dicantumkan:
a) Tulisan “Semen portland komposit”.
b) Merek/tanda dagang.
c) Nama perusahaan.
d) Berat netto.
e) Penggunaan.

Untuk semen portland komposit curah, penandaan dicantumkan pada dokumen pengiriman.


11 Penyimpanan dan transportasi

11.1 Semen ketika disimpan maupun ditransportasikan harus diatur sedemikian rupa
sehingga mudah untuk dilakukan inspeksi dan identifikasi

11.2 Semen curah disimpan dalam tempat/penyimpanan yang kedap terhadap cuaca,
sehingga akan melindungi semen dari kelembaban dan menghindari terjadinya
penggumpalan semen pada saat penyimpanan dan transportasi.

11.3 Penyimpanan maupun transportasi semen dalam kantong dilakukan sedemikian rupa
untuk menghindari kerusakan akibat pengaruh cuaca.

Similer Documents