Download TOR Pengendali Banjir dan Sedimen TabukanUtara&Tengah PDF

TitleTOR Pengendali Banjir dan Sedimen TabukanUtara&Tengah
File Size297.5 KB
Total Pages33
Document Text Contents
Page 1

1

KERANGKA ACUAN KERJA

(TERM OF REFERENCE)

SID PENGENDALI BANJIR DAN SEDIMEN

SUNGAI-SUNGAI DI KECAMATAN TABUKAN UTARA

DAN TABUKAN TENGAH



1 . LATAR BELAKANG



Salah satu karakteristik DAS adalah adanya keterkaitan yang kuat atau suatu hubungan

sebab akibat antara daerah hulu dengan daerah hilir yang diikat oleh sistim tata air berupa sungai.

Sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang keberadaanya sering dimanfaatkan untuk

berbagai keperluan, namun disisi lain sering menimbulkan masalah bagi kehidupan manusia.

Potensi sungai pada daerah-daerah yang sedang berkembang sering dimanfaatkan secara

berlebihan sehingga kadang-kadang merusak dan membahayakan sarana dan prasarana yang ada

di sungai.

Kecamatan Tabukan Utara dan Tabukan Tengah merupakan dua dari 14 kecamatan yang

ada di Kab. Sangihe. Beberapa sungai yang melewati desa-desa di kecamatan Tabukan Utara dan

Tengah sering menyebabkan banjir. Banjir besar yang terjadi di wilayah ini pada tahun 2007

menyebabkan masyarakat kehilangan rumah dan harta benda.

Oleh karena itu untuk mengatasi kondisi dan permasalahan di atas maka pada tahun

anggaran 2011, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I

melaksanakan pekerjaan SID Pengendali Banjir dan Sedimen Sungai- sungai di Kecamatan

Tabukan Utara dan Tabukan Tengah guna mendapatkan suatu perencanaan detail desain

bangunan pengendali banjir dan sedimen, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daya

dukung lingkungan serta sesuai dengan asas pengelolaan sumber daya air, kebijaksanaan

pembangunan nasional dan daerah yang berkelanjutan.



2 . MAKSUD DAN TUJUAN PEKERJAAN

Maksud dari kegiatan SID Pengendali Banjir dan Sedimen Sungai-sungai di Kecamatan

Tabukan Utara dan Tabukan Tengah ini adalah memperoleh Detail Desain Bangunan Pengendali

Banjir dan Sedimen, dimana didalamnya menjelaskan mengenai hasil analisa dan kajian terhadap

pemanfaatan bangunan pengendali banjir dan sedimen, potensi sumber daya air, dan detail desain

bangunan pengendali banjir dan sedimen. Hasil studi telah dikaji berdasarkan sistem

Page 2

2

perencanaan yang lebih luas dan handal serta menjamin adanya upaya konservasi sumber daya

air yang disusun melalui strategi pengelolaan SDA dan berdasarkan asas pengelolaan sumber

daya air.



Tujuan dari kegiatan ini adalah:

� Melindungi bangunan-bangunan sarana dan prasarana, serta bangunan fasilitas umum

lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Tabukan Utara dan Tabukan Tengah.

� Melindungi daerah permukiman masyarakat di sekitar alur .

� Mengamankan semua kegiatan yang ada di Kecamatan Tabukan Utara dan Tabukan

Tengah antara lain kegiatan ekonomi, perkantoran dan pariwisata yang setiap waktu selalu

terancam bahaya.



3. SASARAN PEKERJAAN

Sasaran dari pekerjaan ini adalah :

1. Mempersiapkan detail desain penanggulangan banjir dan sedimen di alur sungai agar

bisa dilanjutkan dengan kegiatan konstruksi.

2. Memberikan acuan dasar kepada pemerintah daerah untuk perencanaan yang bebas dari

bencana (meminimalkan bencana)

3. Membuat rekomendasi tempat maupun lokasi dan volume pengambilan material galian

C di sekitar alur sungai.

4. Mendukung sektor unggulan yang ada di wilayah studi.





4. LOKASI KEGIATAN

Lokasi Kegiatan yang dimaksud adalah di wilayah Kecamatan Tabukan Utara dan Tabukan

Tengah.



5. SUMBER PENDANAAN

Pelaksanaan kegiatan ini dibiayai dengan dana APBN Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp.

550.000.000,00 termasuk PPN.

Page 16

16

• Melakukan survey lapangan, mengetahui dengan jelas situasi dan kondisi

lapangan, memeriksa pengambilan data lapangan, hasil peta situasi, profil

melintang, memanjang terhadap akurasi data dan gambar yang disajikan.

• Merencanakan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menyangkut survey

pengukuran dan pemetaan.

• Melaksanakan diskusi horisontal dengan anggota tim lainnya yang terkait dengan

bidangnya untuk menjamin agar hasil pekerjaan menjadi komprehensif dan

terpadu.

• membantu Team Leader dalam penyusunan laporan-laporan yang terkait dengan

bidang keahliannya dan berpartisipasi dalam diskusi yang diadakan.



e. Tenaga Ahli Geoteknik/Geologi

• Mengolah dan menyajikan data mektan.

• Melaksanakan diskusi horisontal dengan anggota tim lainnya yang terkait dengan

bidangnya untuk menjamin agar hasil pekerjaan menjadi komprehensif dan

terpadu.

• membantu Team Leader dalam penyusunan laporan-laporan yang terkait dengan

bidang keahliannya dan berpartisipasi dalam diskusi yang diadakan.



f. Tenaga Ahli Lingkungan

• Melakukan kajian-kajian yang komprehensif menyangkut lingkungan.

• Melakukan analisa lingkungan baik berdasarkan data primer, sekunder maupun

analisa laboratorium.

• Melaksanakan diskusi horisontal dengan anggota tim lainnya yang terkait dengan

bidangnya untuk menjamin agar hasil pekerjaan menjadi komprehensif dan

terpadu.

• membantu Team Leader dalam penyusunan laporan-laporan yang terkait dengan

bidang keahliannya dan berpartisipasi dalam diskusi yang diadakan.



g. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi

• Seorang Tenaga Ahli Sosial Ekonomi berpendidikan Sarjana Ekonomi/Ekonomi

Pertanian/Sosiologi.

Page 17

17

• Berpengalaman di bidangnya selama 5 tahun untuk S1, dengan diutamakan yang

berpengalaman di bidang sumberdaya air.

• Merumuskan dan memimpin survey sosiologi di lokasi sekitar proyek.

• Menganalisa data lapangan, data sekunder atau master plan (system planning) yang

sudah ada.

• Melakukan evaluasi tentang berbagai aspek sosiologi terutama yang berkaitan

dengan pembebasan tanah dan produksi pertanian.

• Melakukan analisa ekonomi berdasarkan rencana pengembangan disekitar lokasi

studi.

• Melaksanakan diskusi horisontal dengan anggota tim lainnya yang terkait dengan

bidangnya untuk menjamin agar hasil pekerjaan menjadi komprehensif dan terpadu.

• membantu Team Leader dalam penyusunan laporan-laporan yang terkait dengan

bidang keahliannya dan berpartisipasi dalam diskusi yang diadakan.



h. Tenaga Ahli Teknologi Informasi

• Melakukan pemodelan sungai pada saat sebelum ada penempatan bangunan

pengendali banjir dan sedimen juga sesudah penempatan bangunan pengendali banjir

dan sedimen.

• Dari Pemodelan tersebut akan dilakukan Running Test dan dapat ditampilkan dalam

presentasi laporan akhir. Pemodelan sungai dengan menggunakan program 3

Dimensi

• Bekerjasama dengan Tenaga Ahli Struktur Bangunan Air dalam penyusunan

pemodelan sungai.

• Melaksanakan diskusi horisontal dengan anggota tim lainnya yang terkait dengan

bidangnya untuk menjamin agar hasil pekerjaan menjadi komprehensif dan terpadu.

• membantu Team Leader dalam penyusunan laporan-laporan yang terkait dengan

bidang keahliannya dan berpartisipasi dalam diskusi yang diadakan.



Sertifikat Tenaga Ahli

Semua Tenaga Ahli yang terlibat dalam pekerjaan ini harus memiliki Sertifikat Profesi

Keahlian (SKA) untuk pendidikan diatas D III yang dikeluarkan oleh Assosiasi Profesi

dengan kompetensi tertentu. Adapun untuk Sertifikat Profesi Ketrampilan (SKT) untuk

pendidikan di bawah D III diregistrasi oleh LPJK Daerah.

Page 32

32

kepada konsultan atas ketidaksesuaian baik mengenai prosedur yang di terapkan

waktu yang terlambat.

• Bilamana selama melakukan kegiatan pengukuran dilapangan karena sesuatu hal

menyebabkan terjadi perubahan, baik untuk volume pekerjaan maupun waktu

pelaksanaannya, maka konsultan harus menyampaikan usul perubahan ini

disertai dengan alasan-alasan serta upaya mengatasi, kepada Direksi pekerjaan

untuk dikaji kebenarannya dan bilamana dianggap memerlukan perubahan, maka

selama menjadi kewenangan harus di sepakati, akan tetapi bila sudah bukan

kewenangannya harus diteruskan kepada pejabat yang berwenang memberi

keputusan.

• Pelaksanaan pekerjaan Pengukuran harus dapat diselesaikan sesuai dengan batas

waktu yang ditetapkan dalam jadwal kerja yang telah disepakati. Bilamana

ternyata pelaksanaan pengukuran terlambat penyelesaiannya atau diperkirakan

akan terlambat, maka Direksi Pekerjaan harus memberikan teguran atau

peringatan kepada Konsultan agar supaya mempercepat penyelesaiannya.

• Direksi pekerjaan beserta Konsultan harus melakukan peninjauan kembali

program kerja yang diusulkan oleh Konsultan, dan memberikan koreksi,

perbaikan atau petunjuk tentang pengaturan alokasi waktu dan harus

memberikan persetujuan atas rencana kerja yang telah disepakati.

• Direksi pekerjaan harus meninjau ulang dan mengkaji metode pelaksanaan untuk

setiap kegiatan yang diusulkan Konsultan (misalnya : untuk penyelidikan,

pengukuran, analisa/perhitungan atau cara pengumpulan data/informasi), apakah

telah sesuai dengan prosedur masing-masing kegiatan yang disepakati, Demikian

juga pengawas harus mengetahui daftar peralatan yang akan dipergunakan

dilapangan, yang harus memenuhi standart yang telah ditetapkan.

• Bilamana Konsultan akan menerapkan teknologi yang baru, dengan perkiraan

bahwa teknologi tersebut akan memberikan hasil yang lebih cermat, teliti dan

efektif, konsultan harus memberitahukan kepada Direksi untuk mendapat

kesepakatan.

• Dalam program kerja ini harus ditetapkan juga jadwal pertemuan koordinasi

dalam rangka pengendalian pekerjaan, baik untuk membahas proggres pekerjaan

maupun pertemuan khusus yang akan membahas laporan-laporan.

• Dalam pertemuan pembahasan ini harus dibuatkan notulen pertemuan, misalnya

: Risalah pertemuan, Penjelasan, Koreksi, Perbaikan dari Proyek maupun

Page 33

33

konsultan, dan harus dituangkan dalam bentuk perbaikan dalam Program kerja,

Program Kerja yang telah mendapat kesepakatan dalam pembahasan ini, harus

ditandatangani bersama oleh pejabat yang bertanggung jawab baik dari Proyek

maupun dari Konsultan.

• Peninjauan bersama kelapangan antara Konsultan dan Direksi Pekerjaan dengan

menelusuri daerah yang diperkirakan akan dilalui jaringan atau lokasi bangunan

yang direncanakan, dan kepada konsultan harus ditunjukan perkiraan Rencana

Lokasi tersebut. Dengan peninjauan bersama ini diharapkan Konsultan dapat

mengetahui :

1. Perkiraan Tataletak bangunan atau jaringan yang akan dibangun.

2. Lokasi Bangunan / prasarana milik Instansi lain yang kira-kira akan

terganggu atau harus dipindah, atau terpaksa dilindungi.

3. Hal-hal lain yang harus dipertimbangkan selama membuat desain,

4. Lokasi tempat alat penyelidikan milik proyek.

5. Lokasi yang diperkirakan perlu diukur ulang atau diselidiki,

6. Tempat-tempat yang kiranya tidak diperkenankan, diganggu gugat.

• Penggunaan alat untuk Penyelidikan atau Pengukuran, atau untuk kegiatan yang

lain, harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian terlebih dahulu oleh Direksi

pekerjaan, atau oleh pihak yang terkait dengan pengujian alat tersebut yang telah

disepakati oleh Direksi pekerjaan, untuk mengetahui efektifitas penggunaan

peralatan tersebut. Hasil pengujian atau test peralatan ini perlu

didokumentasikan dalam bentuk kesepakatan bersama.

• Konsultan diwajibkan melaksanakan konsultasi/koordinasi dengan Direksi

Pekerjaan atau pengawas lapangan secara kontinue.

• Setiap tahap kegiatan pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan, harus

terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.



13. PENUTUP

Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini disusun untuk menjadi bagian dari Dokumen

Pemilihan yang harus ditanggapi dan dibuat kerangka kerja logis sebagai usulan teknis yang

akan diajukan oleh penyedia jasa

Similer Documents